Suarabmi.co.id – Pemerintah Kabupaten Changhua, Taiwan melakukan operasi besar terkait keamanan pangan setelah sebuah peternakan lokal, Wenya Farm, kedapatan memproduksi telur yang mengandung residu pestisida terlarang fipronil. Kasus ini membuat pemerintah setempat menyegel dan memusnahkan sekitar 250 ribu butir telur untuk mencegah produk berbahaya tersebut masuk ke pasaran.
Menurut laporan ETtoday yang dilansir Suara BMI, pada 17 November, Kejaksaan Changhua menyampaikan laporan resmi kepada pemerintah kabupaten. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim lintas instansi terdiri dari dinas pertanian, dinas kesehatan, unit pencegahan penyakit hewan, dinas lingkungan hidup, serta bagian pengawasan internal langsung diterjunkan ke peternakan. Mereka melakukan pemeriksaan, pendataan, serta penyegelan seluruh stok telur yang diduga terkontaminasi.
Petugas memeriksa jumlah produksi harian, telur yang dikembalikan distributor, dan mengambil sampel telur segar maupun telur retur. Semua sampel ini dikirim ke laboratorium untuk menelusuri sumber kontaminasi serta memastikan tingkat residu fipronil.
Seluruh telur yang masuk kategori bermasalah diperintahkan untuk dimusnahkan di fasilitas khusus. Untuk memastikan tidak ada kebocoran atau penyelundupan kembali ke pasaran, Kepolisian Taiwan mengawal ketat proses pengangkutan hingga pemusnahan. Pengawasan dilakukan dari awal sampai akhir untuk menjamin seluruh telur benar-benar hilang dari peredaran.
Telur yang dimusnahkan mencakup lebih dari seribu kotak telur curah, ribuan boks telur kemasan, serta puluhan kilogram telur bercangkang lunak, dengan total sekitar 250 ribu butir. Pemerintah Changhua menegaskan bahwa tidak ada satu pun telur tercemar yang kembali diproses atau dijual setelah tindakan pemusnahan selesai.
Pemerintah Kabupaten Changhua, Taiwan menambahkan bahwa langkah cepat dan koordinasi antarinstansi ini menjadi bukti komitmen mereka menjaga keamanan pangan masyarakat. Ke depan, pengawasan penggunaan obat dan bahan kimia di peternakan akan diperketat, termasuk peningkatan pemeriksaan residu pestisida, untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.***







