Suarabmi.co.id – Seorang teknisi Taiwan Power Company (Taipower) berusia 36 tahun mengalami luka serius akibat tersengat listrik saat memperbaiki jaringan di wilayah Chiayi, Taiwan, Selasa 15 Juli. Insiden tragis ini terjadi di tengah upaya pemulihan pasca topan Danas yang menerjang wilayah selatan Taiwan.
Korban, yang merupakan pegawai unit perbaikan jaringan wilayah Chiayi, dilaporkan tak bernyawa saat tiba di rumah sakit dan kini dirawat menggunakan ECMO (alat bantu hidup) dalam kondisi kritis.
Menurut laporan TVBS yang dikutip suarabmi.co.id, menanggapi kecelakaan kerja ini, serikat pekerja industri Taipower bersama perwakilan serikat dari wilayah Xinying, Kaohsiung, dan Taitung mengeluarkan pernyataan bersama.
Mereka menuntut perusahaan segera menyelidiki penyebab kecelakaan serta memperbaiki sistem keselamatan kerja agar insiden serupa tidak terulang.
Serikat pekerja juga menyoroti beban kerja yang sangat tinggi dialami pegawai Taipower sejak bencana melanda. Dalam sepekan terakhir, pekerja dan kontraktor bekerja tanpa henti untuk memulihkan pasokan listrik di area terdampak.
Namun, mereka mengeluhkan kurangnya tenaga kerja dan minimnya waktu istirahat. Serikat menilai situasi ini sangat rawan, terutama karena pekerjaan banyak dilakukan di ketinggian dan berisiko tinggi.
“Orang bukan mesin, bahkan mesin pun perlu istirahat. Kami tidak ingin melihat kecelakaan kerja terus terjadi. Kami juga menuntut hak cuti, upah lembur, dan tunjangan sesuai, bahkan melebihi standar hukum ketenagakerjaan,” bunyi salah satu poin dalam pernyataan tersebut.
Pernyataan juga menyinggung kritik terhadap cara pemerintah menangani citra publik dalam bencana ini. Pegawai lapangan disebut diminta berpose saat bekerja atau bahkan saat makan demi kepentingan dokumentasi.
“Kami bukan bekerja mati-matian untuk dijadikan bahan ‘promosi politik’ terkait alokasi anggaran triliunan dolar untuk Taipower. Kami mohon, jangan jadikan kerja keras kami sebagai alat politik,” tegas mereka.
Serikat pekerja menekankan bahwa bencana ini membuka fakta krisis mendasar di tubuh perusahaan: kurangnya tenaga kerja dan lemahnya penerapan standar keselamatan kerja.***
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







