Scroll untuk baca artikel
Berita

Imbas Kasus Taichung, KDEI Akan Pulangkan Semua TKI yang Terlibat Perkelahian di Taiwan

×

Imbas Kasus Taichung, KDEI Akan Pulangkan Semua TKI yang Terlibat Perkelahian di Taiwan

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menyatakan akan memberi sanksi tegas bagi seluruh pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan yang terbukti terlibat perkelahian, termasuk dengan pemulangan ke Indonesia.

Pernyataan ini muncul usai insiden perkelahian antar PMI di kawasan Asean Square, Taichung, yang terjadi pada 17 Agustus dini hari. Kasus tersebut diawali dari pesta minuman keras untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI yang kemudian berujung cekcok dan perkelahian jalanan.

Kepolisian Taichung tidak menerima laporan resmi saat kejadian, namun langsung melakukan penyelidikan setelah video perkelahian menyebar luas di media sosial. Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan warga sekitar, seluruh pelaku adalah PMI berusia sekitar 30-an tahun.

Empat PMI ditangkap pada malam 18 Agustus di Taichung, Changhua, dan New Taipei. Mereka mengakui perkelahian dipicu oleh emosi yang tidak terkendali akibat konsumsi alkohol. Kasus ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Distrik Taichung dengan tuduhan perkelahian massal.

Melalui keterangan pers, KDEI menyatakan rasa prihatin dan permohonan maaf atas insiden tersebut, dan menegaskan akan memulangkan semua PMI yang terbukti terlibat. Kepala KDEI, Arif Sulistiyo, menegaskan bahwa tindakan ini berlaku untuk seluruh wilayah Taiwan.

“Saya mengingatkan kepada para PMI semua, niat kita ke Taiwan itu untuk bekerja, Taiwan sudah sangat baik pada kita. Kita diizinkan untuk mencari rejeki dan bekerja. Jadi, bekerjalah dengan baik, ikuti aturan yang ada di Taiwan,” kata Arif kepada CNA.

“Hindari minum-minuman keras dan jangan membuat masalah dan mengganggu ketertiban umum,” tambahnya.

Arif juga menyebut telah menerima laporan mengenai asrama PMI yang sering dijadikan tempat minum-minuman keras hingga mengganggu ketenangan warga sekitar. Hal tersebut, katanya, juga akan ditindak karena bisa merusak citra Indonesia di mata masyarakat Taiwan.

“Kalau kita biarkan, hal ini bisa menciderai citra Indonesia di mata masyarakat Taiwan,” ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, KDEI melakukan koordinasi langsung dengan kepolisian Taichung pada 19 Agustus, yang dihadiri oleh analis bidang ketenagakerjaan Kadir dan analis KDEI Kus Fiandar Yusuf.***

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==