Suarabmi.co.id – Otoritas Rumah Sakit mencatat bahwa 19 korban luka, terdiri dari 11 pria dan 8 wanita, telah dirawat di unit gawat darurat akibat cedera terkait badai. Meski tidak ada korban jiwa, skala kerusakan menunjukkan intensitas badai yang sangat tinggi.
Dampak infrastruktur cukup parah. Sebanyak 213 pohon dilaporkan tumbang, 157 panggilan darurat ditangani oleh pemadam kebakaran, dan satu insiden tanah longsor dikonfirmasi oleh Dinas Teknik Sipil dan Pembangunan. Selain itu, enam kasus banjir juga sedang ditangani oleh Dinas Drainase.
Sebagai respons cepat, Departemen Dalam Negeri telah membuka 49 tempat penampungan sementara di berbagai distrik. Hingga pagi ini, 747 warga telah mengungsi ke fasilitas tersebut untuk menghindari risiko badai.
Meskipun Topan Ragasa kini mulai menjauh dari Hong Kong, otoritas cuaca memperingatkan bahwa kondisi masih berbahaya. Hujan deras dan badai petir diperkirakan tetap berlangsung sepanjang hari, disertai angin kencang dan risiko gelombang badai di sepanjang pesisir.
Peringatan juga dikeluarkan terhadap gelombang pasang yang berpotensi meluap. Ketinggian air laut tercatat naik lebih dari tiga meter di atas Chart Datum, terutama di wilayah pesisir timur dan selatan. Warga diminta menjauhi pantai dan lokasi rawan banjir.
Kecepatan angin tertinggi tercatat di Ngong Ping, dengan kecepatan angin berkelanjutan mencapai 141 km/jam dan hembusan angin hingga 192 km/jam, menggambarkan keganasan badai yang masih membayangi.***
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







