Scroll untuk baca artikel
Internasional

Heboh! ART Takut Tinggal Sendirian, Majikan Singapura Galau Curhat di Grup karena Mau Pergi Liburan

×

Heboh! ART Takut Tinggal Sendirian, Majikan Singapura Galau Curhat di Grup karena Mau Pergi Liburan

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id — Sebuah keluarga di Singapura dibuat bingung jelang liburan panjang mereka. Masalahnya bukan soal tiket atau koper, tetapi asisten rumah tangga (ART) mereka yang mengaku takut tinggal sendiri di rumah.

Dalam sebuah unggahan di grup Facebook Direct Hire Transfer Singapore Maid/Domestic Helper, sang majikan menceritakan rencananya untuk berlibur tanpa membawa ART. Namun, ART tersebut mengatakan bahwa ia takut tinggal sendirian dan mengaku mantan majikannya selalu mengajaknya pergi.

“Saya tidak berniat membawa ART saya. Tapi dia bilang takut sendirian dan majikan sebelumnya selalu membawanya berlibur. Apa yang harus kami lakukan? Batal liburan?” tulis sang majikan.

Unggahan ini mengundang banyak komentar, mulai dari saran praktis hingga komentar lucu dan penuh empati.

Salah satu anggota grup menyarankan solusi sederhana: ART dapat dititipkan ke agensi, dengan biaya sekitar S$30 per hari untuk makan dan tempat tinggal.

Beberapa majikan lain berpendapat berbeda. Menurut mereka, banyak ART justru senang tinggal di rumah saat majikan pergi, karena bisa menikmati waktu bebas, memasak sesuka hati, dan beristirahat.

Namun ada juga komentar yang lebih tegas: “Tinggalkan saja. Dia harus belajar hidup sendiri dan tidak takut.” Komentar itu direspons orang lain dengan peringatan: “Nanti dia kesepian, malah ajak teman-temannya datang dan pesta. Tidak takut begitu?”

Di antara banyak respons, sebuah komentar dari seorang ART menarik perhatian. Ia mengatakan bahwa rasa takut tinggal sendirian itu wajar, meskipun rumah majikan besar atau mewah. Ia sendiri pernah merasa takut, dan majikannya akhirnya menitipkannya sementara di rumah temannya selama masa liburan.

Tidak semua ART nyaman tinggal sendirian berhari-hari, terutama jika masih baru, lebih muda, atau memiliki kecemasan saat berada di tempat asing.

Secara hukum, majikan di Singapura tidak wajib membawa ART berlibur. Namun banyak yang menilai bahwa empati dan komunikasi tetap penting dalam menjaga hubungan kerja yang baik.

Pilihan solusi juga beragam, mulai dari menitipkan ke keluarga atau teman, menitipkan ke agensi, hingga mengizinkan ART ditemani seseorang yang dipercaya.

Pada akhirnya, liburan mungkin hanya berlangsung sebentar, tetapi cara memperlakukan orang yang bekerja di rumah bisa meninggalkan kesan yang jauh lebih lama.***

==