Scroll untuk baca artikel
Kabar BMI

Koper PMI yang Meninggal di Korsel Tiba di Medan, Sejumlah Barang Dilaporkan Hilang

×

Koper PMI yang Meninggal di Korsel Tiba di Medan, Sejumlah Barang Dilaporkan Hilang

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Keluarga almarhum Reza Valentino Simamora, pekerja migran Indonesia (PMI) yang meninggal di Korea Selatan, dikejutkan dengan kedatangan barang kiriman yang diduga tidak lagi lengkap saat tiba di rumah duka di Jalan Dame, Medan Amplas, Rabu (15/4/2026). Ibu korban bahkan sempat histeris setelah mengetahui banyak barang pribadi tidak ditemukan.

Ayah almarhum, Saut Simamora, mengatakan sejumlah barang penting hilang dari dalam koper yang diterima keluarga.

“Paspor, HP Samsung yang baru dibeli, pakaian kerja, pakaian harian, semua sudah tidak ada. Dua HP anak saya atas nama almarhum Reza Valentino Simamora hilang dari tas yang dipulangkan,” ujarnya, dikutip Suarabmi dari Detik.

Ia juga menyebut ada kejanggalan karena menurut informasi awal, barang tersebut masih dalam kondisi lengkap saat diserahkan ke pihak KBRI di Korea Selatan. Namun saat tiba di Medan, kondisi sudah berbeda.

“Ada dugaan pembongkaran, diduga keras. Tadi sudah terbongkar itu. Garis segelnya sudah tidak ada lagi di tengah. Saya kecewa. Ada apa ini?” katanya.

Pihak BP3MI Sumatera Utara menyatakan bahwa mereka hanya bertugas menyalurkan barang kepada keluarga setelah menerima kiriman dari jalur pengiriman resmi. Mereka juga menegaskan kondisi koper sudah dalam keadaan terbuka saat diterima.

“Kalau ini yang terbuka, kita lihat memang sudah seperti itu saat diterima. Nanti kita akan minta penjelasan ke pihak kargo, pihak KBRI, dan juga KP2MI Pusat,” ujar perwakilan BP3MI Sumut, Riansah Manalu.

Diketahui, Reza Valentino Simamora (21) merupakan pekerja migran program Government to Government (G to G) di sektor perikanan di Korea Selatan. Ia meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di kapal dan jenazahnya telah dipulangkan ke Indonesia pada Oktober 2025.

Keluarga kini tidak hanya berduka atas kepergian almarhum, tetapi juga menuntut kejelasan atas hilangnya sejumlah barang pribadi selama proses pemulangan ke tanah air.***

==