Scroll untuk baca artikel
Kabar IndoRuang Baca

Agensi Dilarang Minta Uang ke PMI Untuk Proses APRC

×

Agensi Dilarang Minta Uang ke PMI Untuk Proses APRC

Sebarkan artikel ini

atat ya, jika proses permohonan peralihan ke pekerja kelas menengah dibantu agensi, maka agensi tidak boleh minta biaya ke PMA.

Untuk mengatasi masalah kurangnya pekerja, pada 30 April lalu depnaker Taiwan telah memberlakukan program mempertahankan pekerja migran (PMA) jangka panjang.

Setelah program tersebut sudah berjalan satu bulan lebih, setidaknya ada sekitar 200.000 PMA yang memenuhi syarat untuk beralih menjadi pekerja tingkat menengah.

Tidak sedikit majikan yang bersedia membantu PMA nya mengajukan permohonan beralih menjadi pekerja tingkat menengah.

Akan tetapi, ada juga majikan yang mengeluh dan mengadukan agensi ke depnaker, majikan mengatakan, dikarenakan kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, mereka minta bantuan agensi untuk membantu prosesnya.

Akan tetapi, mereka (majikan dan pekerja migran) dimintai biaya proses oleh agensi masing-masing NTD 25.000 sehingga totalnya senilai NTD 50.000.

Menanggapi hal itu, pejabat Kemenaker menekankan bahwa, apabila majikan ingin mengajukan permohonan transisi ke pekerja migran tingkat menengah bagi PMA yang kembali majikan, maka agensi hanya berhak meminta biaya ke majikan yang nilainya setengah dari gaji PMA nya dan dilarang meminta biaya ke PMA.

Sesuai dengan Peraturan yang ditetapkan oleh Kemenaker, agensi bisa meminta biaya proses ke majikan, namun jumlahnya tidak boleh lebih dari setengah gaji PMA nya, dan uang service fee setiap tahunnya sebesar NTD 2000.

Selain itu, agensi bisa meminta biaya service PMA untuk tahun pertama tidak boleh lebih dari NTD 1800, tahun ke dua NTD 1700, dan tahun ke tiga NTD 1500.

Kepala Badan Pengembangan Tenaga Kerja Multinational (WDA) Xue Jian-zhong menegaskan, jika ada agensi meminta biaya proses berlebihan maka akan didenda 10 hingga 20 kali lipat dari jumlah yang diminta. Serta akan diberhentikan dan tidak boleh beroperasi selama 3 bulan.