Madiun, 12 September 2025 – Dalam rangka meningkatkan kesadaran gizi di kalangan pelajar, Yayasan Allena Humanity Project bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mengadakan bakti sosial berupa makan siang bergizi di SDN Randualas 04, Kecamatan Kare, Jumat (12/9).
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Madiun, Hari Wuryanto, yang menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yayasan dalam memberikan edukasi gizi kepada siswa. Menurutnya, langkah ini penting agar anak-anak memahami manfaat nutrisi makanan sehari-hari.
“Kami berterima kasih kepada Bapak/Ibu Guru dan Yayasan Allena Humanity Project atas kepeduliannya. Tujuan kita sama, anak-anak tidak stunting, tumbuh sehat, berwawasan luas, dan mandiri,” ujar Bupati.
Hari Wuryanto menegaskan Pemkab Madiun berkomitmen mendukung program edukasi gizi sebagai bagian dari upaya mencetak generasi sehat dan siap menerima pembelajaran di sekolah. Ia juga mengajak masyarakat terus mendukung terciptanya pendidikan berkualitas demi mewujudkan Kabupaten Madiun Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).
Pendidikan Gizi dan Karakter
Sementara itu, Ketua Yayasan Allena Humanity Project, Arga Narulata, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga pendidikan karakter. Para siswa diajak untuk membawa peralatan makan sendiri dan mencucinya kembali setelah digunakan.
“Ini ikhtiar kami untuk mendukung pemerintah mencegah stunting dan membentuk anak-anak yang sehat, mandiri, serta berkarakter. Kami ingin mereka belajar tanggung jawab sederhana, seperti mencuci alat makan sendiri dan membiasakan ucapan ‘tolong, maaf, dan terima kasih’. Kami percaya langkah kecil ini bisa memberi dampak besar,” ungkap Arga.
Balon Harapan, Simbol Mimpi Anak
Sebagai penutup, para siswa melepaskan “balon harapan” berisi cita-cita mereka. Prosesi ini memiliki makna psikologis sekaligus simbolik, yaitu mendorong anak-anak untuk berani bermimpi besar demi masa depan mereka.







