Scroll untuk baca artikel
Berita

Balita 2 Hari Menangis di Samping Jasad Ayahnya, Ibunya Baru Seminggu ke Hongkong

×

Balita 2 Hari Menangis di Samping Jasad Ayahnya, Ibunya Baru Seminggu ke Hongkong

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Seorang balita berusia empat tahun ditemukan menangis histeris di samping jenazah ayahnya yang sudah meninggal dunia selama dua hari.

Balita malang tersebut tinggal bersama sang ayah, Mugiono (32), di rumah sederhana mereka, sementara ibunya, Wati Handayani (30), baru seminggu merantau sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong.

Kejadian tragis ini terungkap setelah Wati merasa curiga karena tak bisa menghubungi suaminya dari luar negeri. Ia lalu meminta kakak iparnya, Tarsudi, untuk mengecek kondisi Mugiono. Saat tiba di rumah pada Kamis pagi, 11 September, Tarsudi mendapati rumah dalam keadaan terkunci dan sepi. Namun dari dalam rumah terdengar suara tangisan anak kecil.

Dengan rasa panik, Tarsudi mencongkel jendela dan masuk ke dalam. Di dalam kamar, ia mendapati Mugiono telah terbujur kaku di atas ranjang, sementara sang anak menangis tak berhenti sambil memeluk tubuh ayahnya.

Kapolsek Juntinyuat, Iptu Trio Tirtana membenarkan kejadian tersebut. “Saat ditemukan anak tersebut sedang menangis dan ayahnya meninggal dunia di atas ranjang dengan posisi telentang,” jelasnya, dikutip dari Tribunnews.

Jasad Mugiono kemudian dievakuasi ke Puskesmas Pondoh dan selanjutnya ke RSUD Indramayu. Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda kekerasan. Dugaan sementara, Mugiono meninggal karena sakit, terlebih sebelumnya ia sempat mengeluh lemas dan pegal-pegal.

Diperkirakan, Mugiono sudah meninggal lebih dari delapan jam sebelum ditemukan. Tubuhnya telah menunjukkan tanda-tanda lebam. Sementara anaknya, yang tidak mengetahui kondisi ayahnya, bertahan hidup dengan memakan camilan seadanya yang ada di rumah.

Warga sekitar mengaku sempat mendengar tangisan sang anak, namun menyangka ia hanya merindukan ibunya yang baru pergi ke luar negeri.

Kini, sang anak telah diamankan dan dirawat oleh warga sekitar, sementara pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut kasus tersebut. Peristiwa ini mengundang simpati luas dari masyarakat yang tersentuh dengan nasib balita yang harus menghadapi kenyataan pahit tanpa pengertian tentang apa yang terjadi.***

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==