Scroll untuk baca artikel
Berita

Bayi dari TKW Ilegal Taiwan Tak Berdokumen Pernah Ditelantarkan Ibunya, Kini Diselamatkan LSM

×

Bayi dari TKW Ilegal Taiwan Tak Berdokumen Pernah Ditelantarkan Ibunya, Kini Diselamatkan LSM

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co id – Nasib bayi pekerja migran ilegal kembali menjadi sorotan. Seorang bayi perempuan bernama Sophia dilaporkan pernah dibuang oleh ibunya ke dalam kantong plastik hitam setelah lahir di sebuah rumah di Puli, Taiwan. Untungnya, tangisan bayi terdengar oleh tetangga yang kemudian menolongnya.

Dikutip suarabmi.co.id dari laporan RTI, hingga kini, Sophia yang belum genap berusia dua tahun masih berstatus “tak berdokumen”. Saat ini ia ditampung oleh LSM Peduli Pekerja Migran (PPIL) (中華官心協會).

Setiap tahun, ribuan pekerja migran “hilang kontak” melahirkan anak secara diam-diam. Anak-anak ini tidak dapat segera memperoleh identitas resmi, sementara pekerja migran menghadapi tekanan ekonomi, kekhawatiran deportasi, dan keterbatasan akses perawatan medis. Kondisi ini dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi serta menjadi masalah sosial.

Seorang pekerja migran Indonesia ilegal diduga melahirkan bayi perempuan di rumah pada Januari lalu, lalu memasukkan bayi tersebut ke kantong plastik hitam dan membuangnya di depan pintu. Tetangga yang mendengar tangisan bayi menemukan bayi tersebut dan melapor ke polisi. Setelah itu, sang ibu membawa bayi kembali ke kamarnya dan menitipkannya ke pengasuh, kemudian tidak ada kabar selanjutnya.

Biaya persalinan menjadi salah satu faktor risiko. Tanpa asuransi kesehatan dan asuransi tenaga kerja, biaya pemeriksaan kehamilan per kali sekitar NT$500, pemeriksaan pranatal berkisar NT$2.000, persalinan normal antara NT$30.000–40.000, dan operasi caesar sekitar NT$50.000.

Ketua PPIL, Kuan Chen-yi (官宸誼), mengatakan pihaknya sedang membantu proses status hukum Sophia. Jika orang tua bayi tidak ditemukan, pihak LSM mempertimbangkan proses adopsi atau pemberian status hukum langsung. Beberapa pekerja migran ilegal menghadapi kesulitan keuangan atau memiliki catatan kriminal, sehingga memilih melahirkan secara diam-diam.

Kondisi ini menunjukkan meningkatnya kasus bayi tak berdokumen di Taiwan, yang menjadi permasalahan sosial yang perlu segera diselesaikan.***

==