Scroll untuk baca artikel
Kabar BMI

Bikin Dompet Meronta, Gaji Cleaning Service di Malaysia Mampu Kalahkan Gaji PNS di Indonesia

×

Bikin Dompet Meronta, Gaji Cleaning Service di Malaysia Mampu Kalahkan Gaji PNS di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.idPekerjaan sebagai cleaning service sering kali tidak mendapat sorotan yang cukup di mata masyarakat, namun di negara tetangga pekerjaan tersebut ternyata memiliki gaji yang lumayan fantastis.

Dalam kanal youtube pribadinya, pria bernama Fatir ini menjelaskan bahwa pekerjaannya sebagai  cleaning service meliputi pengumpulan sampah di gedung-gedung tinggi.

Ia juga menunjukkan bagaimana tempat sampah yang diatur dengan rapi, bahkan barang daur ulang yang bisa dijual untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

“Ini semua sampah dari bangunan, banyak banget ya sampahnya,” ujarnya sambil menunjukkan proses pengumpulan sampah yang terorganisir dengan baik.

Baca Juga: Portal Peduli WNI Sudah Mengudara, Simpan Baik-baik Link Ini di Ponselmu

Dilansir Suarabmi.co.id dari akun youtube fatiryoutuber yang diunggah pada 9 Juli 2024, Fatir menyampaikan bahwa , gaji seorang cleaner di Malaysia bisa mencapai RM 1500 per bulan.

Angka ini setara dengan sekitar Rp 5 juta, sebuah jumlah yang besar mengingat biaya hidup di Malaysia.

“Ternyata cukup besar gaji cleaning service di Malaysia, wah besar apa ya geng?” kata Fatir.

Selain gaji pokok, Fatir juga mendapat tambahan dari penjualan barang-barang daur ulang yang dia kumpulkan dari tempat sampah gedung tersebut.

Baca Juga: Ternyata Kurir Obat Terlarang, Begini Kronologi Hilangnya TKI Revi Cahya Sulihatun

Gaji sebesar 1500 ringgit Malaysia per bulan tersebut ditambah dengan penghasilan dari penjualan barang-barang daur ulang seperti kotak-kotak dan lain-lain, bisa mencapai 2000 ringgit.

Gaji 1500 ringgit tersebut untuk 26 hari kerja sebulan, artinya Fatir tidak pernah cuti sejak dua tahun terakhir.

Dia menjual karton bekas, botol plastik, dan barang-barang lainnya untuk tambahan penghasilan. Fatir menjelaskan bahwa meskipun pekerjaannya membutuhkan kerja keras dan kedisiplinan yang tinggi, dia merasa bersyukur bisa bekerja di Malaysia.

Fatir juga menyampikan bahwa hasil uang tersebut ia gunakan sebagian untuk menabung demi memenuhi kebutuhan di masa depannya.***