Scroll untuk baca artikel
Internasional

Botol Berisi Pesan Minta Tolong Ditemukan, Dugaan ABK Indonesia yang Hilang 4 Tahun Silam Kembali Terkuak

×

Botol Berisi Pesan Minta Tolong Ditemukan, Dugaan ABK Indonesia yang Hilang 4 Tahun Silam Kembali Terkuak

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Sebuah pesan bantuan yang ditemukan dalam botol di pesisir Pulau Inis Oirr, Irlandia, diyakini berasal dari seorang kapten kapal perikanan Taiwan yang hilang bersama sembilan anak buah kapal (ABK) migran asal Indonesia sejak empat tahun lalu. Penemuan ini memicu permintaan agar pemerintah Taiwan segera mengambil tindakan.

Media Malaysia, Nanyang Siang Pau, melaporkan bahwa pesan tersebut ditemukan oleh dua pria, Matt dan temannya Chris, saat mereka sedang berjalan di sekitar kolam batu di tepi pantai pulau tersebut.

Pesan yang ditulis dalam bahasa Indonesia itu berbunyi: “TOLONG KIRIMKAN BANTUAN! KAMI TERSESAT SEJAK 12/20 ADA 3 DARI KAMI DI SINI. KAMI TIDAK TAHU NAMA PULAU INI TERLUKA HELP HELLO SOS,”
yang ditandatangani dengan nama belakang kapten, Lee (李), serta nama kapal “Yong Yu Sing 18”.

Menanggapi temuan ini, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perikanan Su’ao, Chen Chun-sheng (陳春生), dalam wawancara melalui telepon dengan CNA pada Jumat 25 Juli 2025, menyampaikan bahwa keluarga dari kapten Lee telah menerima kabar tersebut. Ia juga memastikan bahwa asosiasi akan melaporkan penemuan ini kepada pemerintah Taiwan.

“Jika pesan ini benar, kami berharap pemerintah dapat bekerja sama dengan organisasi internasional untuk melanjutkan pencarian,” ujar Chen.

Kapal tuna berbobot 99 ton yang bernama “Yong Yu Sing No. 18” dan terdaftar di Kelurahan Su’ao, Kabupaten Yilan, terakhir kali berkomunikasi pada 30 Desember 2020 ketika berada sekitar 527 mil laut di timur laut Atol Midway, Hawaii. Kapal tersebut hilang kontak tanpa mengirimkan sinyal darurat.

Pemilik kapal melaporkan hilangnya kapal ke Komando Penyelamatan Nasional pada 1 Januari 2021, yang kemudian meminta bantuan dari pihak berwenang Amerika Serikat.

Pada 2 Januari, pesawat pencarian Amerika menemukan kapal tersebut terapung sekitar 606 mil laut dari lokasi terakhir. Kondisi kapal menunjukkan jendela kabin kapten pecah dan kapal tampak hanyut tanpa tanda keberadaan kru di dalamnya.

Sepuluh awak kapal, termasuk sang kapten Taiwan dan sembilan ABK migran Indonesia, hingga kini masih belum ditemukan. Kapal tersebut akhirnya ditarik kembali ke Pelabuhan Perikanan Su’ao oleh kapal lain.

Pada tahun 2021, hasil penyelidikan kejaksaan menyatakan tidak ada indikasi tindak kriminal dalam insiden ini dan kemungkinan besar kapal hilang akibat bencana cuaca.***

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==