Suarabmi.co.id – Setelah dua dekade tanpa kabar, Seni (47), seorang Tenaga Kerja Indonesia asal Temanggung yang menjadi korban eksploitasi dan kekerasan di Malaysia, akhirnya akan bertemu kembali dengan putranya, Riki Alfian (26). Seni berangkat ke Malaysia ketika Riki baru berusia tiga tahun, dan sejak itu hubungan keduanya terputus hingga keluarga sempat menganggapnya telah meninggal.
Hari ini, Riki yang tinggal di Dusun Letih, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, dijadwalkan terbang ke Malaysia. Ia tidak pergi sendirian, melainkan bersama Lilin Triyana, keponakan ibunya. Pemkab Temanggung ikut memfasilitasi keberangkatan mereka.
Kepastian untuk menjenguk Seni baru diperoleh setelah Kedutaan Besar Malaysia memberikan izin. Istri Bupati Temanggung, Panca Dewi, turut mendampingi keberangkatan itu dengan biaya pribadi.
“Rabu tanggal 3 Desember 2025, Kedutaan Besar Malaysia memberikan kabar bahwa Ibu Seni sudah boleh dijenguk puteranya,” ujar Bupati Temanggung, Agus Setyawan, atau yang akrab disapa Agus Gondrong, dikutip suarabmi.co.id dari Detik.
Agus menjelaskan pihaknya membantu seluruh pengurusan dokumen yang dibutuhkan sebelum keberangkatan.
“Setelah menyelesaikan berbagai dokumen persyaratan, kami fasilitasi keberangkatan pihak keluarga dengan didampingi istri saya dengan sendiri. Karena izin ke luar negeri saya tidak keluar,” lanjutnya.
Riki, Lilin, dan Panca Dewi akan terbang dari Bandara YIA Kulon Progo. Agus berharap momen perjumpaan di Malaysia nanti mampu mengobati kerinduan mendalam setelah terpisah lebih dari 20 tahun.
“Semoga pertemuan antara Ibu Seni dan keluarga dapat membuka memori lama. Karena 21 tahun lamanya mereka tidak pernah bertemu,” katanya.
Menjelang keberangkatan, Riki mengaku diliputi perasaan campur aduk. Meski sudah sempat melakukan panggilan video, ia tak memungkiri masih merasa canggung saat membayangkan bertemu langsung dengan ibunya.
“Meski sempat berkomunikasi (video call), tetapi saya masih memiliki sedikit rasa canggung kalau nanti ketemu ibu. Apalagi sudah 21 tahun lamanya tidak berjumpa. Semoga semuanya berjalan penuh kelancaran,” ucap Riki.
Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Malaysia menangkap pasangan suami istri Azhar Mat Taib (59) dan Zuzian Mahmud (59). Mereka diduga melakukan eksploitasi, kerja paksa, serta menyebabkan luka berat pada Seni, yang bekerja di rumah mereka selama lebih dari dua dekade tanpa gaji maupun waktu istirahat layak.
Dalam laporan media Malaysia, polisi menyebut kasus ini terungkap setelah anak pasangan tersebut melaporkan dugaan penyiksaan yang dilakukan ibu tirinya, Zuzian.
“Pria itu diberi tahu melalui pesan teks bahwa pembantunya telah tersiram air panas ketika air panas dituangkan ke dalam mulutnya setelah dia menggunakan kecap tanpa izin,” ujar Asisten Komisaris Kepolisian Serdang, Muhamad Farid Ahmad.***




