Suarabmi.co.id – Tiga warga Vietnam yang diduga menculik dua pekerja migran Indonesia (PMI) dan memaksa mereka bekerja tanpa bayaran kini menghadapi tuntutan atas dugaan perdagangan manusia.
Sementara itu, dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran aparat, demikian informasi dari Kantor Kejaksaan Distrik Ciaotou yang dirilis Selasa, 22 Juli 2025, dalam laporan CNA yang dikutip Suara BMI.
Kejaksaan mengungkap bahwa salah seorang pelaku, seorang wanita asal Vietnam yang telah menjadi warga negara Taiwan melalui pernikahan, bersama pasangannya yang juga pekerja migran dari Vietnam, mengelola proyek konstruksi di Taichung serta diduga lama menyalurkan tenaga kerja ilegal ke berbagai lokasi pembangunan.
Dari hasil penyidikan diketahui bahwa dua TKI korban penculikan ini awalnya memilih meninggalkan pekerjaan pada awal Februari karena kondisi kerja yang tidak layak, dan kemudian pergi ke Kabupaten Yilan untuk mencari pekerjaan baru.
Mendapati hal ini, pelaku bersama seorang teman dan dua pekerja migran yang juga hilang kontak berangkat ke Yilan untuk menculik kedua korban.
Kejaksaan menjelaskan, “Mereka juga melacak keberadaan korban, mengirim pesan ancaman, dan menyebarkan pesan berisi imbalan melalui aplikasi.” Setelah penculikan, korban dipindahkan ke beberapa lokasi di Distrik Tanzi, Taichung, dan Distrik Shanlin, Kaohsiung. Paspor dan barang-barang milik korban disita, dan kebebasan mereka dibatasi secara paksa.
Selain itu, kelompok ini diduga menciptakan utang fiktif dalam jumlah besar kepada para korban dan mengancam akan menyerahkan mereka ke polisi atau bahaya lain jika tidak melunasi utang tersebut. Kondisi ini membuat korban terpaksa bekerja tanpa upah sebagai bentuk pelunasan utang.
Operasi penangkapan yang dilakukan oleh satuan tugas khusus berhasil menangkap pasangan tersebut beserta seorang temannya.
Ketiga pelaku kini ditahan setelah mendapat persetujuan pengadilan dan telah dituntut atas tuduhan penculikan secara bersama-sama oleh tiga orang atau lebih, intimidasi, serta pelanggaran Undang-Undang Pencegahan Perdagangan Manusia.
Sedangkan dua pekerja migran yang turut terlibat masih dalam daftar pencarian dan belum ditemukan.***
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







