Scroll untuk baca artikel
Kabar BMI

Gaji Tembus 2 Digit, Calon TKI Jatuh Cinta Kerja di Korea Selatan

×

Gaji Tembus 2 Digit, Calon TKI Jatuh Cinta Kerja di Korea Selatan

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Korea Selatan tetap menjadi salah satu tujuan utama bagi para calon pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKI. Salah satu alasan utamanya adalah gaji yang menarik yang ditawarkan negara tersebut.

Menurut data dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), jumlah pendaftar untuk penempatan PMI di Korea Selatan dengan skema G to G mencapai lebih dari 62 ribu orang.

Pemerintah Indonesia sendiri telah berhasil menempatkan ribuan PMI di Korea Selatan sejak awal tahun 2024.

Gaji yang ditawarkan bagi PMI di Korea Selatan cukup menggiurkan. Benny Rhamdani, Kepala BP2MI, menyebutkan bahwa gaji untuk pekerja migran Indonesia di Korea Selatan berkisar antara Rp 23 juta hingga Rp 30 juta. Besaran ini mencakup pembayaran untuk pekerja formal, termasuk bayaran untuk lembur.

Baca Juga: Gaji Pokok Tembus 23 Juta Per Bulan, Korea Selatan Masih Jadi Primadona, Kamu Mau?

“Untuk pekerja ke Korea Selatan, ini gajinya 23 juta sampai 30 juta,” ungkap Kepala BP2MI Benny Rhamdani dikutip Detik Finance dari jurnal Abdimas.

Sektor pekerjaan yang tersedia untuk PMI di Korea Selatan meliputi manufaktur dan perikanan, yang dibuka melalui program kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sejak tahun 2006.

Meskipun ada berbagai kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di Korea Selatan baik melalui program pemerintah maupun jalur swasta, BP2MI mengingatkan pentingnya mengikuti prosedur resmi.

Pendaftaran resmi diperlukan untuk menghindari risiko yang mungkin dihadapi oleh mereka yang berangkat secara ilegal, seperti kekerasan fisik, eksploitasi kerja, dan pembayaran gaji yang tidak terjamin.

Baca Juga: Kasus Penikaman Sesama PMI di Korea Selatan, Korban Meninggal Pelaku Berhasil Dibekuk

“Kalau ilegal risikonya mengalami kekerasan fisik, kekerasan seksual, gaji yang tidak dibayar karena tidak ada perjanjian kerja, eksploitasi jam kerja sampai 20 jam, bahkan mereka bisa kapanpun diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak,” tutur Benny.

Dengan besarnya minat dari calon pekerja migran Indonesia, terutama karena gaji yang menjanjikan, Tak mengherankan jika Korea Selatan tetap menjadi pilihan yang menarik.

Bagaimana, tertarik untuk mencoba peruntungan sebagai pekerja migran di Negeri Ginseng?. ***