Sebagian TKW dan pekerja mengaku mereka tahu keberadaan pria yang mengawasi mereka, namun mereka cuek saja, tak menghiraukannya.
Diyakini bahwa pria itu sering mengunjungi jembatan dimana banyak TKW ‘hyang-yangan’ karena dia ingin melihat pasangan itu melakukan aksi intim,lapor Shin Min. Namun saat diinterogasi, ia tidak mengakui hal itu.
Dia berkata: “Saya tidak menggunakan teropong untuk memata-matai flat HDB orang lain. Rerumputan adalah area publik. Bagaimana itu bisa dianggap sebagai pelanggaran privasi?”
Huang menjelaskan: “Ketika TKW tidak ada yang datang, pria itu juga tidak ada. Ini membuatku semakin yakin bahwa dia secara khusus datang untuk mengintip mereka pada kencan mereka.”
Mungkin dibenak pria itu mengatakan, daripada lihat dilayar HP, lebih nikmat lihat dari layar teropong, hehehe







