Kabar BMIKabar Indo

Ibu Jadi TKW Berjuang Selalu Kirim Uang, Uangnya Dipakai Anak Untuk Mendem Hingga ditangkap Polisi Dirumah

×

Ibu Jadi TKW Berjuang Selalu Kirim Uang, Uangnya Dipakai Anak Untuk Mendem Hingga ditangkap Polisi Dirumah

Sebarkan artikel ini

Kediri, 9 Januari 2024 – Ironi antara harapan orang tua yang berjuang keras untuk kesejahteraan anak dengan perilaku yang bertolak belakang terjadi kembali di Kediri. Sejumlah anak pekerja migran Indonesia (PMI) dari Hong Kong dan Taiwan, menjadi bagian dari belasan remaja yang ditangkap petugas saat berpesta miras di area GOR Jayabaya Kediri. Operasi patroli yang digelar oleh Polsek Mojoroto pada Minggu (7/1/2024) dini hari berhasil menangkap remaja yang tengah bermabuk-miras.

Kapolsek Mojoroto, Kompol Mukhlason, memimpin operasi ini dengan tujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Petugas patroli tidak hanya menemukan remaja yang terlibat dalam kegiatan melanggar hukum, tetapi juga berupaya menghubungi orang tua mereka, kebanyakan berada di luar negeri sebagai PMI. Meskipun remaja tersebut mendapat kiriman uang dari orang tua untuk biaya hidup dan pendidikan, terlibatnya mereka dalam aktivitas yang bertentangan dengan harapan orang tua menunjukkan kesenjangan besar antara harapan dan kenyataan perilaku anak-anak mereka.

Dalam operasi ini, beberapa remaja yang ditahan merupakan pemimpin pesta miras tersebut. Dua di antaranya adalah anak PMI Hong Kong yang menerima kiriman uang hingga 4 juta rupiah setiap bulannya untuk kebutuhan hidup dan pendidikan, sementara satu anak lagi merupakan PMI Taiwan yang tidak hanya mendapat kiriman uang melimpah tetapi juga memiliki fasilitas kendaraan roda empat dari orang tua.

“Setelah identitas dan pemeriksaan badan dilakukan, kami memberikan nasihat kepada remaja tersebut agar tidak melakukan pelanggaran maupun tindak pidana,” ujar petugas.

Upaya polisi tidak hanya terfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mencari cara untuk melibatkan orang tua dalam memberikan pemahaman dan dukungan yang lebih baik kepada anak-anak mereka. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan antara harapan orang tua dan perilaku aktual anak-anak mereka di masa mendatang.