Scroll untuk baca artikel
InternasionalKabar BMI

Kang Alman, TKI Arab Saudi yang Tengah Naik Daun Ini Beberkan Ambil Mobil di Arab Nggak Ada Bunga

×

Kang Alman, TKI Arab Saudi yang Tengah Naik Daun Ini Beberkan Ambil Mobil di Arab Nggak Ada Bunga

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id Arab Saudi ternyata mempermudah masyarakatnya dalam hal pembiayaan, baru-baru ini Kang Alman TKI yang sudah bertahun-tahun di Arab Saudi membongkar hal tersebut.

Ia membeberkan praktik pembiayaan mobil tanpa bunga di Arab Saudi, ini mencerminkan perbedaan signifikan dengan negara lain di mana bunga umumnya merupakan bagian tak terpisahkan dari pembiayaan konsumen.

Informasi tersebut ia ungkapkan saat menghadiri podcast Kasisolusi yang dipandu oleh Dery.

Baca juga: Ini Alasan Banyak Pria Arab Pilih TKW Indonesia Jadi Istri, Bukan soal Cantik tapi Karena Ini

Pembiayaan mobil tanpa bunga telah menjadi pilihan populer di Arab Saudi, memungkinkan konsumen untuk membeli kendaraan tanpa membayar tambahan bunga atas pinjaman.

Praktik ini menarik perhatian karena menunjukkan komitmen Arab Saudi untuk menghadirkan opsi keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai lokal dan keyakinan keagamaan.

Di banyak negara, bunga adalah komponen integral dari pembiayaan konsumen seperti mobil, rumah, atau barang mewah lainnya. Namun, di Arab Saudi, pembiayaan tanpa bunga mencerminkan pandangan masyarakat terhadap riba (bunga) yang dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

“Maaf kredit yang dimaksud tuh adalah secara Syari atau memang ada leasing Syari,” Tanya Dery pemilik podcast Kasisolusi, dikutip Suarabmi.com dari youtube Kasisolusi.

Baca juga: Ada EUI MONEY, PMI di Hongkong Makin Mudah Kirim Uang ke Indonesia – Juli Promos Besar Gratis Ongkir

“Syari di sana enggak ada praktik riba , enggak enggak ada.” Tegas Kang Alman.

“Oke clear nih ya di Saudi enggak ada praktik riba,” Imbuh Dery.

Keberadaan sistem keuangan yang memungkinkan pembiayaan tanpa bunga juga mencerminkan upaya Arab Saudi untuk mempromosikan keuangan yang inklusif.

Lebih jauh lagi Alman juga mengatakan bahwa andaikan sistem tersebut juga diterapkan di Indonesia maka akan menjadi terobosan baru, selain dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, juga sesuai dengan visi pemerintah untuk transformasi ekonomi jangka panjang.***