Suarabmi.co.id – Pemerintah Hong Kong mengonfirmasi bahwa keluarga dari sepuluh pekerja rumah tangga asing yang meninggal dalam kebakaran besar di Tai Po akan menerima santunan sekitar HK$800.000 untuk setiap korban. Pengumuman ini disampaikan oleh Sekretaris Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, Chris Sun Yuk-han, pada hari Selasa.
Dikutip suarabmi.co.id dari The Standard HK, Sun menjelaskan bahwa terdapat 235 pekerja rumah tangga asing yang bekerja di Wang Fuk Court pada saat insiden terjadi. Mereka terdiri dari 94 warga Filipina dan 141 warga Indonesia. Dari jumlah tersebut, 10 orang meninggal dunia, 3 mengalami luka-luka, 30 masih dinyatakan hilang, dan 192 telah dipastikan selamat.
Paket kompensasi untuk keluarga korban meninggal meliputi sekitar HK$500.000 dalam bentuk kompensasi wajib, bantuan solidaritas satu kali sebesar HK$200.000, serta subsidi khusus senilai HK$50.000.
Para pekerja yang terluka akan menerima santunan satu kali sebesar HK$50.000 atau HK$100.000, tergantung pada lama perawatan mereka di rumah sakit. Para penyintas dan mereka yang dikonfirmasi aman juga akan mendapatkan HK$20.000, serta tambahan saldo senilai HK$2.000 di kartu Octopus mereka.
Dari pihak Filipina, Menteri Departemen Pekerja Migran Hans Leo J. Cacdac menyampaikan bahwa pemerintah Filipina bekerja sama dengan pemerintah Hong Kong untuk memberikan dukungan kepada para korban maupun keluarga mereka. Konsulat Filipina telah menyediakan akomodasi sementara, bantuan kebutuhan pokok, dan membantu penggantian dokumen imigrasi yang hilang. Ia juga menyebutkan bahwa seorang pekerja Filipina yang sebelumnya kritis kini sudah stabil dan akan dipulangkan untuk berkumpul kembali dengan keluarganya. Bantuan finansial juga telah diberikan kepada keluarga korban meninggal.
Sementara itu, Sun mengakui bahwa banyak warga yang terdampak merasa kesulitan karena harus mengajukan bantuan ke berbagai lembaga amal, yang sering kali mengharuskan mereka mengunjungi banyak lokasi dan mengisi formulir berulang kali. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah bekerja sama dengan sepuluh organisasi amal besar dan menerapkan sistem satu pekerja sosial untuk satu rumah tangga untuk menyederhanakan proses.
Sun menambahkan bahwa penyaluran dana bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga, seiring upaya pemerintah membantu para penyintas dari kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.***







