Scroll untuk baca artikel
Internasional

Lebih dari 300 Gempa Guncang Laut Tokara di Jepang, Warga Diminta Siaga

×

Lebih dari 300 Gempa Guncang Laut Tokara di Jepang, Warga Diminta Siaga

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id Sebanyak 336 gempa bumi tercatat mengguncang perairan sekitar Kepulauan Tokara, Prefektur Kagoshima, sejak Sabtu hingga Selasa, 25 Juni 2025 pukul 17.00 waktu setempat. Data ini disampaikan oleh cabang regional Badan Meteorologi Jepang (JMA) di Fukuoka.

Enam gempa di antaranya mencapai skala 4 pada skala seismik Jepang yang maksimum pada skala 7. Para ahli memperingatkan bahwa gempa yang lebih kuat dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi guncangan keras.

Gempa Terbesar Capai Magnitudo 5,1

Dikutip suarabmi.co.id dari Japan News, aktivitas gempa mulai meningkat pada Sabtu malam sekitar pukul 20.00. Gempa terbesar tercatat pada Minggu sore dengan magnitudo 5,1. Dalam beberapa periode, frekuensi gempa bahkan mencapai 15 kali per jam.

Guncangan skala 4 juga kembali dirasakan pada Selasa pukul 02.23 dan 16.04 waktu setempat di Pulau Akusekijima, yang merupakan bagian dari desa Toshima di Prefektur Kagoshima.

Baca Juga: Mantan Karyawan Pakai Jas Hujan dan Helm saat Mencuri Brankas di Restoran Bento, Tak Disangka Ketahuan Bosnya

Aktivitas Seismik Tinggi Bukan Hal Baru

Wilayah laut sekitar Kepulauan Tokara memang dikenal sebagai zona rawan gempa. Pada Desember 2021, terjadi 308 kali gempa dengan skala 1 atau lebih. Pada 9 Desember 2021, gempa dengan skala 5 mengguncang Pulau Akusekijima, memaksa 30 warga mengungsi ke Kota Kagoshima dan sekitarnya.

Hisayoshi Yokose, dosen bidang vulkanologi laut dari Universitas Kumamoto, menjelaskan bahwa wilayah tersebut merupakan titik pertemuan antara Lempeng Laut Filipina dan lempeng tektonik Asia. Ketegangan yang terbangun akibat proses subduksi tersebut menjadi pemicu gempa. Ia menduga rangkaian gempa kali ini terjadi di dalam lempeng benua.

“Berdasarkan tren sebelumnya, gempa yang lebih besar kerap terjadi setelah aktivitas seismik menurun,” ujar Yokose.

Baca Juga: Pendaki Brasil Tewas Jatuh di Jurang Gunung Rinjani

Aktivitas Vulkanik Shinmoedake Tidak Berkaitan

Area gempa merupakan bagian dari rangkaian gunung api aktif yang membentang dari Pegunungan Kirishima di Prefektur Miyazaki dan Kagoshima, hingga Pulau Io-Torishima di Prefektur Okinawa.

Ahli seismologi dari Tokyo Institute of Technology, Junichi Nakajima, menduga bahwa magma yang naik ke permukaan telah mendingin dan melepaskan air, yang membuat patahan lebih mudah tergelincir.

Pada Minggu, Gunung Shinmoedake, bagian dari Pegunungan Kirishima, meletus untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Namun, Nakajima menegaskan bahwa letusan tersebut tidak berkaitan dengan gempa-gempa yang terjadi di Tokara karena jarak antar lokasi cukup jauh.

“Saya rasa tidak ada pengaruhnya,” ujarnya.

Warga Pulau Pakai Helm, Anak-Anak Takut Tidur

Per Selasa, sebanyak 667 penduduk tinggal di tujuh pulau terpencil di Desa Toshima. Seorang pemilik penginapan di Pulau Akusekijima mengaku khawatir.

“Kita tidak pernah tahu kapan gempa besar akan datang. Ini mengingatkan saya pada gempa skala 5 yang terjadi empat tahun lalu,” ujar pria berusia 34 tahun tersebut.

Sejak Senin, siswa-siswi sekolah di pulau tersebut terlihat mengenakan helm saat berangkat ke sekolah. Beberapa anak dilaporkan mengalami kesulitan tidur karena takut akan gempa.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin menenangkan kekhawatiran mereka,” kata kepala sekolah setempat.(*)

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==