Scroll untuk baca artikel
Internasional

Lonjakan Kasus COVID-19 di Taiwan, Taichung Catat 105 Kasus Berat Tertinggi

×

Lonjakan Kasus COVID-19 di Taiwan, Taichung Catat 105 Kasus Berat Tertinggi

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Taiwan mencatat lonjakan besar dalam kasus COVID-19 selama pekan terakhir. CDC Taiwan melaporkan hampir 63.000 kunjungan medis terkait COVID-19 dan 132 kasus berat pada periode 27 Mei hingga 2 Juni, angka tertinggi sepanjang tahun ini.

Meskipun kasus berat meningkat, angka kematian di Taiwan tetap terkendali. CDC memproyeksikan puncak wabah akan terjadi pada akhir Juni atau awal Juli, dengan kunjungan medis mingguan diperkirakan melebihi 200.000 orang.

Kasus Berat di Taichung Tertinggi di Taiwan

Kota Taichung melaporkan 105 kasus COVID-19 berat, yang jauh lebih tinggi dibandingkan kota besar lainnya seperti Taipei (49), New Taipei (56), dan Kaohsiung (67).

Baca juga: Klinik di Taiwan Penuh! Warga Demam dan Pegal Mulai Panik, Prediksi Lonjakan di Angka 1,7 Juta Kasus COVID-19

Menurut laporan dari TVBS yang dikutip suarabmi.co.id, meskipun kasus berat di Taichung tinggi, tingkat kematian tetap rendah, yang menunjukkan pendekatan pengobatan yang cermat di rumah sakit setempat.

Kepala Departemen Kesehatan Kota Taichung, Zeng Zi-zhan, menyatakan bahwa pasokan obat antivirus cukup, namun terdapat kekurangan alat tes cepat.

Pemerintah Kota Taichung sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi masalah ini.

Di sisi lain, vaksinasi juga diperkuat, dengan rata-rata 2.000 dosis vaksin diberikan setiap minggu, empat kali lipat lebih banyak dibandingkan bulan April.

Baca juga: Libur Panjang Festival Perahu Naga, CDC Taiwan Ingatkan Potensi Lonjakan COVID-19!

Proyeksi Lonjakan Kasus COVID-19

Secara nasional, CDC Taiwan memperkirakan bahwa jumlah kunjungan medis terkait COVID-19 akan mencapai 110.000 hingga 120.000 orang pada minggu ini. Jika angkanya lebih tinggi, itu menandakan bahwa lonjakan pasca-liburan belum mereda.

Sementara itu, menurut laporan CNA, CDC juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengikuti vaksinasi, untuk membantu mengendalikan penyebaran virus.

Pihak berwenang memperkirakan puncak wabah akan terjadi pada akhir Juni atau awal Juli, dengan lebih dari 200.000 kunjungan medis per minggu. Langkah-langkah pencegahan yang ketat dan partisipasi aktif masyarakat akan menjadi kunci dalam mengatasi lonjakan ini.***

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==