Scroll untuk baca artikel
Kabar BMI

Modus Liburan ke Jepang, Jaringan Internasional Jebak Perempuan Indonesia Jadi PSK di Taiwan

×

Modus Liburan ke Jepang, Jaringan Internasional Jebak Perempuan Indonesia Jadi PSK di Taiwan

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Sebuah jaringan perdagangan manusia yang mengeksploitasi perempuan Indonesia untuk prostitusi di Taiwan berhasil diungkap oleh otoritas setempat. Kantor Kejaksaan Distrik Taipei pada Rabu (3/9) menyatakan bahwa delapan orang telah resmi dituntut atas keterlibatan dalam praktik ilegal tersebut, yang bahkan menewaskan salah satu korban.

Jaringan ini diduga dibentuk pada tahun 2023 oleh seorang wanita berkewarganegaraan Vietnam bermarga Vo, seorang pria Taiwan bernama Hu (胡), serta seorang warga negara Indonesia bernama Luna, yang hingga kini masih buron.

Menurut laporan CNA yang dilansir suarabmi.co.id, Luna berperan sebagai penghubung di Indonesia, sementara Vo merekrut korban dan mengatur keuangan, dan Hu menangani promosi online serta mengoordinasikan rekan-rekan lain untuk menyewa apartemen dan mengelola hasil prostitusi.

Modus yang digunakan tergolong canggih dan sistematis. Para korban, yang umumnya sedang mengalami kesulitan ekonomi, dijebak dengan tawaran pekerjaan bergaji tinggi di Taiwan seperti sebagai pekerja spa, penyanyi karaoke, atau pendamping pria. Iklan-iklan tersebut dipasang melalui platform seperti Facebook.

Para korban awalnya dibawa mengikuti tur ke Jepang untuk memperoleh visa, lalu masuk ke Taiwan dengan Sertifikat Otorisasi Perjalanan (TAC), yang memungkinkan mereka tinggal selama 14 hari tanpa visa. Namun setibanya di Taiwan, mereka langsung dirampas paspornya, dikurung, dan dipaksa menjalani pelatihan untuk praktik prostitusi. Mereka juga difoto untuk keperluan iklan layanan seksual.

Menurut penyelidikan kejaksaan, para perempuan tersebut dipaksa bekerja lebih dari 12 jam sehari dengan upah sangat minim, yakni hanya NT$200–500 per hari (sekitar Rp100–260 ribu). Jumlah ini jauh di bawah upah minimum di Taiwan yang berkisar NT$176–183 per jam pada 2023 dan 2024. Kelompok ini juga menggunakan dalih utang untuk menakut-nakuti korban agar tidak melarikan diri.

Tragisnya, pada Juli 2024, salah satu korban harus dilarikan ke rumah sakit akibat gagal jantung. Dalam kondisi kritis, ia sempat mengirim pesan melalui ponsel kepada pekerja sosial dan petugas Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, menyatakan penolakannya untuk kembali ke majikan. Namun nyawanya tak tertolong.

Korban lainnya yang juga mengalami masalah kesehatan tetap dipaksa melayani pelanggan. Salah satu dari mereka berhasil menghubungi hotline darurat 1955 dan meminta pertolongan. Sementara itu, korban lain yang tak tahan lagi dengan tekanan pekerjaan seksual tersebut, dibantu oleh seorang pelanggan pria untuk melarikan diri dan menyerahkan diri ke KDEI, yang kemudian memicu terbongkarnya kasus ini.

Merasa terganggu dengan adanya pelanggan yang membantu korban kabur, kelompok ini sempat berupaya membalas. Mereka mengumpulkan data pribadi pelanggan dari lokasi prostitusi lain, dan mengirimkan pesan-pesan intimidatif. Bahkan, Hu disebut sempat mengutus orang untuk menekan pelanggan agar menyerahkan kembali korban.

Kejaksaan menuntut para pelaku atas pelanggaran Undang-Undang Pencegahan Perdagangan Manusia dan Undang-Undang Pencegahan Kejahatan Terorganisir, serta meminta penyitaan hasil kejahatan sebesar lebih dari NT$3,62 juta.

Jaksa menyebut bahwa kasus ini merupakan bentuk perdagangan manusia lintas negara yang serius, dengan delapan korban telah teridentifikasi. Selain melanggar hak asasi manusia, kejadian ini juga dinilai merusak citra Taiwan di mata dunia.

Pihak kejaksaan mendesak agar pengadilan menjatuhkan hukuman berat, dengan minimal enam tahun penjara untuk Vo dan Hu sebagai otak kejahatan, serta hukuman minimal dua tahun untuk Chen dan Chien (簡), selaku pengelola tempat prostitusi. Terdakwa lainnya juga diminta dijatuhi hukuman sesuai tingkat keterlibatan mereka.***

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==