Scroll untuk baca artikel
Berita

Pekerja Migran Baru di Hong Kong Dimarahi Seorang Warga di Halte Bus, Ternyata Ini Fakta yang Bikin Warganet Heboh

×

Pekerja Migran Baru di Hong Kong Dimarahi Seorang Warga di Halte Bus, Ternyata Ini Fakta yang Bikin Warganet Heboh

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Seorang pekerja migran di Hong Kong membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya di sebuah halte bus sekolah, yang kemudian viral karena dianggap mencerminkan kesalahpahaman umum mengenai tugas dan peran para pengasuh.

Pekerja rumah tangga bernama Emma Cardenas menuliskan kisah tersebut di grup Facebook Hong Kong Moms. Ia menceritakan bahwa sekitar tengah hari, ia pergi menjemput putra kecil majikannya dari bus sekolah di depan gedung tempat mereka tinggal. Sebagai pekerja baru, ia mengikuti instruksi jelas dari orang tua sang anak, yaitu si kecil harus membawa ranselnya sendiri dan berjalan ke flat tanpa bantuan, sebagai bagian dari latihan kemandirian.

Cardenas mengatakan anak tersebut dengan semangat ingin melakukannya sendiri, bahkan berkata, “Aku akan melakukannya, Jeijei,” sambil memegang tasnya erat-erat. Ketika Cardenas mengirim pembaruan melalui WhatsApp kepada orang tua, sesuatu yang memang diminta sebagai laporan rutin, tiba-tiba seorang wanita mendekat dengan marah, berteriak, dan memotret dirinya serta sang anak.

Karena tidak mengerti ucapan wanita itu, Cardenas meminta bantuan si bocah untuk menerjemahkan. Menurut si anak, wanita itu menuduh Cardenas melakukan penelantaran, mengatakan bahwa tas seharusnya dibawakan oleh pengasuh atau ART dan menegurnya karena bermain ponsel.

Cardenas menjelaskan bahwa insiden tersebut sangat membuatnya tertekan karena semuanya hanyalah kesalahpahaman. Ia sebenarnya menjalankan arahan orang tua yang ingin menumbuhkan kemandirian anak, termasuk mengirim laporan melalui WhatsApp. Ia mengakui bahwa secara naluriah ia ingin membantu membawa ransel, namun ia tetap menghormati pendekatan parenting keluarga tersebut.

Melalui unggahannya, Cardenas meminta publik, terutama para orang tua dan majikan, untuk tidak sembarangan mengambil foto atau video helper dan anak berdasarkan kesan sepintas. Ia menekankan bahwa orang luar tidak mengetahui aturan keluarga, kebutuhan anak, maupun tanggung jawab kerja seorang pengasuh. Penilaian instan seperti itu bisa menimbulkan stres dan dampak negatif yang tidak perlu.

Ia menutup pesannya dengan mendorong para pekerja domestik lain untuk tetap percaya diri dan berterima kasih kepada para majikan yang mempercayai mereka. Cardenas menyerukan lebih banyak kebaikan dan mengajak semua orang untuk mengedepankan prasangka baik dibandingkan menilai yang terburuk.***

==