Scroll untuk baca artikel
Berita

Penumpang MH2742 Ungkap Detik Menegangkan di Udara, Sempat Sangka Ini Penerbangan Terakhirnya

×

Penumpang MH2742 Ungkap Detik Menegangkan di Udara, Sempat Sangka Ini Penerbangan Terakhirnya

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Seorang penumpang Malaysia Airlines membagikan pengalamannya yang penuh emosi dan ketegangan saat berada di dalam pesawat MH2742 yang mengalami kehilangan tekanan kabin secara tiba-tiba pada Selasa pagi, 21 Oktober. Kisah tersebut dibagikan oleh Abdul Jalil melalui akun Facebook pribadinya, lengkap dengan video kondisi darurat di dalam pesawat.

Penerbangan MH2742 lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA1) pada pukul 08.20 pagi dengan tujuan Bintulu, Sarawak. Sekitar pukul 10.00 pagi, Abdul Jalil menceritakan bahwa ia mulai mendengar suara ganjil dari dalam pesawat dan merasa seperti pesawat menukik turun secara mendadak. “Terasa seolah-olah kapal terbang turun menjunam… terasa hilang kawalan,” tulisnya.

Masker oksigen mulai keluar dari panel atas dan kapten pesawat segera mengumumkan kondisi darurat, meminta penumpang untuk segera mengenakan alat bantu pernapasan. Abdul Jalil mengaku bahwa, meski sudah sering mendengar instruksi keselamatan dari pramugari, saat kejadian nyata terjadi, penggunaan masker terasa membingungkan dan kacau, apalagi ketika masker harus dibagi dengan tiga orang dan tersangkut.

“Saya ambil video ini bukan untuk menceritakan pengalaman, tetapi sebagai kenangan terakhir sekiranya ini adalah penerbangan terakhir kami,” ungkapnya dalam tulisan yang menyentuh hati. Ia bahkan sempat merenungkan mimpi-mimpi sebelumnya, rutinitas ibadah yang terlewat, dan perasaan bahwa dirinya belum siap sepenuhnya jika itu adalah akhir hidupnya.

Penumpang lain juga tampak panik, dan menurut Abdul Jalil, pada saat-saat genting itu tidak terdengar suara atau panduan dari kru kabin. Ia menyebutkan bahwa tidak ada instruksi lanjutan atau penenangan dari kapten hingga akhirnya diumumkan bahwa pesawat telah kembali terbang stabil di ketinggian 10.000 kaki. Barulah ia dan penumpang lainnya merasa sedikit lega.

Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Bintulu pada pukul 10.35 pagi di tengah hujan ringan. Saat keluar dari pesawat, Abdul Jalil sempat bertanya kepada pramugari, yang menjawab singkat bahwa insiden tersebut disebabkan oleh “pressure drop” (penurunan tekanan).

Beberapa petugas maskapai dan bandara terlihat sudah menunggu di pintu pesawat, yang menurut Abdul Jalil, bukan hal yang biasa.

“Alhamdulillah, kami selamat mendarat,” tutupnya.***

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==