Suarabmi.co.id – Pada tanggal 20 Oktober 2025, Singapura kembali merayakan Deepavali, festival cahaya yang dirayakan oleh komunitas India-Hindu. Lokasi utama perayaan berlangsung di kawasan Little India, khususnya di sepanjang Serangoon Road, di mana jalanan dihias dengan lampu warna-warni yang meriah dan bazar yang ramai dikunjungi oleh warga serta turis.
Suasana ini sudah mulai terasa sejak awal Oktober dengan pemasangan dekorasi dan lampu-lampu yang menghiasi kawasan tersebut.
Menjelang malam perayaan, pihak kepolisian Singapura mengeluarkan advisori agar pengunjung bersiap menghadapi keramaian dan pembatasan akses di beberapa lintasan pejalan kaki di Serangoon Road guna mengatur arus lalu lintas dan menjamin keselamatan.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, muncul isu kebersihan yang menjadi perhatian publik. Setelah puncak perayaan, sejumlah area publik di Singapura, termasuk taman dan lapangan di wilayah seperti Mountbatten yang tidak jauh dari Little India, ditemukan meninggalkan banyak sampah, mulai dari pembungkus kembang api, plastik, hingga bekas makanan yang berserakan.
Pada kesempatan itu, di kawasan Mountbatten dipasang sebuah spanduk yang berisi pesan agar warga membersihkan sampah pasca-perayaan Deepavali, seperti dalam laporan The Independent Singapore yang dikutip suarabmi.co.id.
Namun, spanduk ini memicu kontroversi karena dianggap kurang sensitif secara budaya, khususnya karena pesan serupa tidak muncul dalam perayaan komunitas lain seperti Tahun Baru Imlek. Akibatnya, spanduk tersebut akhirnya diturunkan setelah adanya perdebatan publik dan permintaan dari anggota parlemen wilayah tersebut.
Kondisi kekurangan fasilitas pendukung seperti toilet umum di beberapa titik juga turut memperparah kondisi kebersihan di kawasan perayaan, di mana warga dan pengunjung harus antri panjang untuk menggunakan toilet portabel, sementara beberapa lokasi bahkan dijadikan tempat buang air tidak resmi.
Menanggapi hal ini, anggota parlemen wilayah Mountbatten, Lim Biow Chuan, menegaskan bahwa inisiatif pemasangan spanduk kebersihan adalah bagian dari upaya komunitas setempat, bukan kebijakan pemerintah, dan meminta agar masyarakat tetap menjaga toleransi dan saling pengertian dalam konteks budaya yang beragam di Singapura.
Meski begitu, perayaan Deepavali di Little India tetap berlangsung dengan penuh semangat dan sukacita, mencerminkan keragaman dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat multikultural Singapura.
Secara keseluruhan, perayaan Deepavali 2025 di Singapura tidak hanya menjadi momen spiritual dan budaya penting bagi komunitas India-Hindu, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan dan harmoni sosial di tengah keberagaman.***
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







