Scroll untuk baca artikel
Kabar BMIKabar Indo

Tak Puas Gaji TKW Informal Taiwan Jadi NT$20.000, Presiden Ganas Comunity Minta TKW Dimasukan Saja Dalam UU Ketenagakerjaan, Ini Keuntungannya

×

Tak Puas Gaji TKW Informal Taiwan Jadi NT$20.000, Presiden Ganas Comunity Minta TKW Dimasukan Saja Dalam UU Ketenagakerjaan, Ini Keuntungannya

Sebarkan artikel ini

Tidak seperti pekerja migran yang bekerja di sektor industri, pengasuh migran swasta berbasis rumahan dan pembantu rumah tangga tidak tercakup oleh Undang-Undang Standar Tenaga Kerja Taiwan, yang membuat upah minimum mereka tertahan di NT$17.000 selama tujuh tahun terakhir.

Kementerian Tenaga Kerja (MOL) mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka akan segera memperkenalkan kenaikan upah minimum untuk pengasuh migran informal yang tinggal di rumah dan pembantu rumah tangga, berdasarkan rekomendasi dari komite manajemen dana keamanan kerja.

Komite telah merekomendasikan kenaikan dari upah minimum bulanan saat ini sebesar NT$17.000 menjadi setidaknya NT$20.000 untuk pengasuh migran dan pembantu rumah tangga, menurut MOL.

Seorang pembantu rumah tangga Indonesia bernama Ema mengatakan kenaikan gaji diperlukan, karena pekerja rumah tangga migran terkadang memiliki biaya seperti makanan dan tagihan medis, karena tidak semua majikan bersedia menanggung biaya tersebut.

“Asuransi kesehatan meningkat setiap tahun, dan kami dikenakan biaya untuk item lain, seperti ARC dan biaya paspor,” kata Ema, yang telah bekerja di Taiwan selama lebih dari tujuh tahun dan berbasis di Kabupaten Pingtung.

Perawat Filipina Nancy Sangalang, yang telah bekerja di Taiwan selama 12 tahun, mengatakan dia akan menyambut baik kenaikan gaji dalam dua tahun sisa kontraknya sebelum dia mencapai batas 14 tahun.

“Saya menantikan gaji (yang diusulkan) sebesar NT$20.000,” kata Sanggalang, yang berbasis di Kaohsiung. “Pemerintah sudah memberi kami asuransi kecelakaan kerja, jadi kali ini saya berharap mereka akan segera menaikkan gaji kami.”

Marie Yang, Koresponden Berita Saluran Filipina yang berbasis di Taiwan dan advokat migran, mengatakan bahwa sementara usulan kenaikan upah minimum yang diusulkan pemerintah Taiwan untuk pekerja migran rumah tangga terlambat, dia berharap itu akan meluas ke pengasuh migran dari semua negara, bukan hanya Indonesia.

“Usulan untuk menaikkan gaji pekerja migran rumah tangga ini sudah lama tertunda,” dan itu harus dilaksanakan sesegera mungkin, kata Yang kepada CNA.

==