Suarabmi.co.id– Ratusan warga Bangladesh yang berkumpul di Masjid Angullia Serangoon Singapura, Jumat (19/12) untuk melaksanakan salat jenazah Sharif Osman Hadi, terpaksa membubarkan diri.
Sebelumnya, Sharif Osman Hadi pemimpin mahasiswa yang mengalami luka dan meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Singapura, telah dipulangkan ke Bangladesh.
Mereka bergerak ke area tersebut setelah laporan media Bangladesh menyebutkan bahwa salat jenazah untuk Sharif Osman Hadi akan dilaksanakan di lokasi tersebut pada pagi hari.
Mereka pun dibubarkan oleh pihak kepolisian tanpa adanya laporan cedera maupun gangguan terhadap ketertiban umum, menurut keterangan kepolisian, dikutip suarabmi.co.id dari Asia One.
Baca Juga: Tangkap Basah Pelanggar Izin Tinggal, Singapura Kenakan Denda Hingga Rp77,4 Juta
Mereka dilaporkan datang ke lokasi tersebut untuk “berdoa” bagi pemimpin pemuda yang terluka, Sharif Osman Hadi, yang meninggal dunia di Singapura pada hari Kamis (18/12)
Dalam sejumlah video yang diunggah ke media sosial oleh warga Bangladesh yang bekerja di Singapura, terlihat kerumunan besar yang terdiri atas sedikitnya seratus orang berkumpul di sekitar Robert Lane, di dekat Masjid Angullia.
Baca Juga: Heboh! ART Takut Tinggal Sendirian, Majikan Singapura Galau Curhat di Grup karena Mau Pergi Liburan
Setidaknya dua mobil polisi terlihat berada di sepanjang jalan. Di lokasi tersebut juga tampak petugas berseragam dan petugas berpakaian sipil yang mengenakan tanda pengenal kepolisian sedang memantau situasi.
Sementara itu, seorang pria mengenakan pakaian putih terlihat memberikan penjelasan kepada orang-orang yang berkumpul bahwa tidak akan ada salat jenazah yang dilaksanakan di masjid tersebut. Ia meminta mereka untuk membubarkan diri dan meninggalkan area tersebut. (*)
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







