Tak lama setelahnya, mulut Parida pun mengeluarkan busa. Alih-alih membantu, Duloh justru mencekik Parida selama 30 menit hingga meninggal dunia.
“Duloh mencekik korban Parida dengan tangan kanan, tangan kiri menutup hidung dan mulut dengan diperkuat dengkul kiri menekan tangan kiri korban dan kaki kanan menekan tangan kanan korban selama 30 menit,” kata Eko.
Setelah meninggal, Duloh lantas menggendong Parida untuk dikuburkan di dalam lubang yang sudah disiapkan sebelumnya. Karena berat akhirnya Parida pun diseret menuju lubang galian.
“Duloh memasukkan 6 karung tanah dan galian tanah ke dalam lubang. Setelah semuanya masuk dan dibersihkan, Duloh meratakan dengan tanah galian setelah rata diberesin dengan baru keramik ditumpuk,” jelasnya.







