Latihan dimaksud diadakan Kementerian Pertahanan Taiwan secara virtual mulai 14-18 Septembe 2020.
Dikatakan Indriani, berita yang beredar hanya mengabarkan tentang rencana agresi namun pemerintah Taiwan tak memberikan instruksi apapun terkait hal tersebut.
“Tidak ada perintah apapun, berita yang ada hanya menganjurkan seluruh warga Taiwan agar tenang karena militer sudah menyiapkan latihan untuk menghadapi tentara China,” kata Indriani.
Selain informasi dari televisi dan pesan singkat, informasi juga beredar di grup whatsapp meski belum ada informasi resmi yang dikeluarkan KBRI.
“Di grup WA memang ada yang mengabarkan, tapi tidak banyak dibahas. Kami pun biasa-biasa saja, tidak resah,” ucap Indriani.
Menurut Indri, selain tidak adanya keresahan di kalangan TKI, aktivitas kerja dan lalu lintas di Taiwan juga masih terhitung normal.
Tidak ada pembatasan dan pengurangan aktivitas baik di perumahan maupun di pabrik-pabrik.
“Pemerintah Taiwan selalu memberikan informasi yang akurat dan tepat jika akan terjadi peristiwa apapun, termasuk saat akan terjadi bencana jadi warga Taiwan sudah terbiasa dan siap,” imbuhnya.







