Scroll untuk baca artikel
Kabar Indo

TKI Ponorogo Meninggal di Jepang, Keluarga Minta Jenazah Sakti Dipulangkan Meski Ditawari Dimakamkan di Negeri Sakura

×

TKI Ponorogo Meninggal di Jepang, Keluarga Minta Jenazah Sakti Dipulangkan Meski Ditawari Dimakamkan di Negeri Sakura

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Keluarga serta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ponorogo tengah mengupayakan pemulangan jenazah Sakti Ramadhani, pekerja migran asal Ponorogo yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di Jepang.

Sakti mengalami insiden tragis saat bangunan yang sedang dibongkar runtuh di Kota Kurume, Prefektur Fukuoka, pada Selasa, 15 Juli 2025.

Siman, kakek dari Sakti, menyampaikan keinginan kuat keluarga agar jenazah Sakti dapat dibawa pulang ke tanah air.

“Bagaimanapun kondisinya, keluarga minta (jenazah) dipulangkan,” ujarnya penuh haru, menolak tawaran perusahaan yang mengusulkan jenazah dimakamkan di Jepang, dikutip suarabmi.co.id dari Tribun Jatim.

Baca juga: Kabar Duka! Baru 2 Tahun Kerja di Jepang, TKI Asal Ponorogo Pulang dalam Peti

Sakti, anak semata wayang dari pasangan Lestariono (50) dan Susanti (42), terakhir berkomunikasi dengan keluarga sepekan sebelum kejadian.

“Keluarga kaget mendengar kabar meninggalnya Sakti, sebab sebelumnya ia masih sehat dan aktif mengabari kami,” tambah Siman.

Perangkat Desa Wotan, Gunarto, menyebut bahwa pemerintah desa mengetahui kabar duka ini dari perusahaan penyalur tenaga kerja, yang langsung mengirim perwakilan ke rumah duka untuk memberitahukan kejadian tragis tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Disnaker Ponorogo, Suko Kartono, memastikan bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin memfasilitasi pemulangan jenazah Sakti ke Indonesia.

Baca juga: Tragedi Pahit Pahlawan Devisa, TKI Ponorogo Meninggal Usai Kabur dari Tekanan Agensi di Taiwan

“Yang ilegal saja diusahakan dipulangkan, apalagi yang resmi. Korban kan resmi, pasti kami usahakan resmi,” ujarnya saat ditemui di kantor Disnaker.

Menurut Suko, komunikasi dengan perusahaan penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan Sakti sudah dilakukan dan pembicaraan teknis terkait pemulangan jenazah masih terus berlanjut. Ia juga mengungkapkan kemungkinan jaminan asuransi melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk menanggung biaya pemulangan tersebut.

“Kami sedang koordinasi apakah sudah tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan. Upaya pemulangan ini sedang kami percepat,” tambah mantan Kepala Satpol PP Ponorogo itu.

Kecelakaan yang menimpa Sakti terjadi saat ia tengah bekerja membongkar gedung dua lantai yang sudah tidak digunakan selama sepuluh tahun. Insiden tersebut juga menewaskan satu orang lain, mempertegas kondisi kerja yang berisiko tinggi bagi para pekerja migran di luar negeri.

Masyarakat Desa Wotan dan keluarga Sakti tengah berkabung atas kepergian pemuda berusia 24 tahun ini, sembari berharap jenazah segera bisa kembali untuk dimakamkan di kampung halaman.***

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==