Suarabmi.co.id – Badai tropis Ragasa membawa dampak serius bagi sejumlah wilayah di Taiwan, dengan enam orang dilaporkan mengalami luka-luka dan lebih dari 7.600 warga terpaksa mengungsi, menurut data terbaru dari Pusat Operasi Darurat Nasional (CEOC) pada Selasa siang.
Keenam korban luka tersebar di berbagai daerah, termasuk Kaohsiung, Pingtung, Hualien, Taitung, dan wilayah kepulauan Penghu. Sebagian besar kerusakan dan gangguan dilaporkan terjadi di wilayah selatan dan timur Taiwan, yang dilanda hujan lebat dan angin kencang akibat sisa pusaran badai setelah peringatan darat dicabut pada pukul 08.30 pagi.
Kekhawatiran besar muncul di Hualien County, tepatnya di Wanrong Township, di mana terbentuk danau bendungan alami di Sungai Matai’an. Potensi meluapnya danau tersebut mendorong pihak berwenang untuk melakukan evakuasi cepat, membersihkan aliran sungai, serta mengawasi kondisi secara aktif.
Sementara itu, hujan deras juga menyebabkan jembatan Gauliau di Yuli Township tersapu arus, memutus akses jalan dan memicu penutupan sebagian Jalan Provinsi 9. Di sekitar kawasan tersebut, 167 orang mengungsi ke posko darurat, sementara lebih dari 3.000 memilih tinggal bersama keluarga, dan lebih dari 5.200 lainnya naik ke dataran tinggi sebagai langkah perlindungan.
Secara nasional, lebih dari 7.600 warga telah dievakuasi, terutama dari Hualien (5.084 orang), Kaohsiung (1.866), Pingtung (662), dan Taitung (19). Dari jumlah itu, 682 orang ditempatkan di tempat penampungan, dan sebagian besar masih bertahan hingga siang hari.
Kerusakan infrastruktur juga cukup luas. Lebih dari 11.000 rumah mengalami pemadaman listrik, dengan sebagian besar telah dipulihkan, meski 1.350 rumah masih mengalami gangguan. Gangguan jaringan telepon rumah juga tercatat, terutama di wilayah yang terdampak langsung oleh badai.
Kondisi cuaca ekstrem turut menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang di Taitung, termasuk laporan dugaan angin puting beliung yang merobek atap rumah dan menjatuhkan rambu lalu lintas. Pantai Taitung dilaporkan dipenuhi kayu apung yang terbawa gelombang besar, menciptakan pemandangan pasca-badai yang kacau.
Di Pulau Liuqiu, tumpukan kayu apung memblokir sebagian jalan raya di sekitar Houshi Fringing Reef, menyulitkan lalu lintas warga. Gelombang besar yang menghantam pulau ini juga membawa sisa-sisa kayu yang sebelumnya belum sempat dibersihkan pasca Topan Podul bulan lalu.
Selain itu, 12 jalur penyeberangan feri antar pulau resmi ditangguhkan oleh Biro Maritim dan Pelabuhan Taiwan. Sebanyak 110 perjalanan feri dibatalkan, termasuk rute yang menghubungkan Taiwan dengan Matsu, Kinmen, Penghu, Green Island, dan Orchid Island, serta beberapa kota di pesisir Tiongkok seperti Quanzhou, Xiamen, dan Fuzhou.
Upaya pemulihan terus dilakukan di berbagai lokasi terdampak. Tim teknisi dari Taipower bahkan harus menempuh jalan berlumpur di Pingtung untuk memperbaiki jaringan listrik yang rusak, menyoroti tantangan medan yang sulit di tengah cuaca yang masih belum sepenuhnya bersahabat.***
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







