Scroll untuk baca artikel
Internasional

Tragedi di Tai Po, Hong Kong: Kebakaran Fatal di Wang Fuk Court Menyebabkan 44 Orang Meninggal dan Polisi telah Menangkap 3 Orang

×

Tragedi di Tai Po, Hong Kong: Kebakaran Fatal di Wang Fuk Court Menyebabkan 44 Orang Meninggal dan Polisi telah Menangkap 3 Orang

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Pada Rabu siang, 26 November 2025, sekitar pukul 14.51 waktu lokal, petugas darurat menerima laporan kebakaran di kompleks perumahan Wang Fuk Court, di distrik Tai Po, Hong Kong. Api dilaporkan pertama kali menyala pada scaffolding bambu di bagian luar salah satu tower yang sedang direnovasi — bagian dari proyek perbaikan eksternal gedung. Api dengan cepat menjalar melalui scaffolding dan jaring pelindung ke unit apartemen dan tower lain di kompleks.

Dalam tempo kurang dari sejam, kondisi memburuk dramatis. Alarm kebakaran dinaikkan dari tingkat awal ke “No. 4” sekitar pukul 15.34. Pada sekitar pukul 18.22 malam, otoritas mengumumkan eskalasi menjadi “No. 5 alarm,” tingkat darurat tertinggi di Hong Kong. Kobaran api menghanguskan sebagian besar exterior dan merembet ke interior bangunan, mengepung banyak unit di tower bertingkat 31 lantai.

Saat malam bergulir, api sudah melahap tujuh dari delapan tower di kompleks. Ribuan penghuni yang tinggal di sekitar 2.000 unit apartemen — diperkirakan menampung sekitar 4.600–4.800 orang — menjadi korban. Banyak warga sempat terjebak, termasuk lansia, sementara asap dan reruntuhan scaffolding membuat akses tim penyelamat sangat sulit.

Pagi berikutnya, otoritas mengonfirmasi jumlah korban tewas meningkat secara tragis — setidaknya 44 orang meninggal dunia, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran. Ratusan orang juga dinyatakan hilang atau belum bisa dihubungi, dengan angka resmi laporan menyebut 279 orang. Puluhan korban luka dirawat di rumah sakit di antaranya dalam kondisi kritis. Ratusan warga berhasil dievakuasi ke shelter darurat, sementara tim pemadam, ambulans, dan polisi dikerahkan dalam skala besar untuk operasi penyelamatan dan pemadaman.

Setelah penyelidikan awal, polisi Hong Kong menangkap tiga pria — berusia antara 52 dan 68 tahun — dengan tuduhan manslaughter terkait kebakaran ini. Ketiganya diduga terkait dengan perusahaan konstruksi/renovasi yang menangani proyek scaffolding dan renovasi eksternal pada kompleks. Pemerintah menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan apakah penggunaan material, metode renovasi dan standar keselamatan telah dilanggar.

Kebakaran di Wang Fuk Court ini digolongkan sebagai bencana terburuk di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir. Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa scaffolding bambu, jaring pelindung, dan bahan renovasi mudah terbakar — bersama faktor kepadatan penduduk dan konfigurasi gedung tinggi — menjadi penyebab utama penyebaran cepat api.

Warga, korban selamat, serta pejabat kini menyuarakan keprihatinan mendalam sekaligus menuntut revisi regulasi keselamatan bangunan dan renovasi — terutama di gedung tinggi yang padat hunian.

Situasi saat ini masih genting. Tim penyelamat terus bekerja mencari korban yang hilang, memadamkan titik api yang tersisa, serta mengevakuasi penghuni ke shelter. Pemerintah Hong Kong telah membentuk tim khusus penyelidikan dan berjanji memberikan bantuan penuh kepada korban serta keluarga.***

==