Scroll untuk baca artikel
Berita

Tragis di Negeri Jiran, Tiga WNI Ditahan Usai Diduga Siksa Rekan se-Negara

×

Tragis di Negeri Jiran, Tiga WNI Ditahan Usai Diduga Siksa Rekan se-Negara

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id — Kasus memilukan kembali menimpa warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Kali ini, tiga WNI ditangkap oleh kepolisian Malaysia karena diduga terlibat dalam aksi penyiksaan terhadap sesama WNI berinisial DAK.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Direktur Pelindungan WNI, Judha Nugraha, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur telah aktif berkoordinasi dengan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) guna mendalami kasus ini lebih lanjut.

“Sejauh ini, enam orang telah ditahan untuk keperluan penyelidikan. Dari jumlah tersebut, tiga merupakan WNI dan tiga lainnya adalah pemegang KTP Malaysia,” jelas Judha dalam keterangan tertulis, dikutip suarabmi.co.id dari Antara News.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan indikasi kuat bahwa pelaku utama berasal dari WNI sendiri. Kasus ini pertama kali mencuat saat KBRI menerima laporan pada 12 Oktober 2025 mengenai dugaan kekerasan yang dialami DAK. Tim pelindungan dari KBRI pun segera bertindak dan menemui korban di rumah sakit tempat ia dirawat.

Berdasarkan pengakuan korban, peristiwa nahas itu terjadi pada 7 Oktober 2025. DAK mengaku disiksa oleh sejumlah orang, termasuk WNI dan warga Malaysia, yang diduga bermotifkan persoalan pribadi. Untungnya, warga sekitar menemukan DAK dalam kondisi mengenaskan di pinggir jalan tol dan segera membawanya ke rumah sakit di Kuala Lumpur.

Kondisi DAK kini dikabarkan membaik. Ia sudah bisa berjalan tanpa alat bantu dan berkomunikasi dengan normal.

KBRI tak hanya mendampingi secara medis, tetapi juga secara hukum. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan kepolisian. Dokumen-dokumen pendukung tengah kami siapkan untuk memperkuat proses penyelidikan,” ujar Judha.

Dalam kesempatan itu, Judha juga mengimbau para WNI yang tinggal di luar negeri agar selalu menjaga sikap dan menghindari perbuatan yang bertentangan dengan hukum negara setempat.

Menariknya, kasus ini turut menarik perhatian publik setelah anggota DPR non-aktif, Uya Kuya, membesuk DAK di rumah sakit. Dalam unggahan di akun Instagram-nya, Uya menyebut bahwa DAK menjadi korban dugaan penyiksaan berat bahkan sempat disebut sebagai upaya pembunuhan berencana.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa kekerasan, terlebih terhadap sesama anak bangsa, tak hanya menyisakan luka fisik, tapi juga duka mendalam yang mencoreng kemanusiaan.***

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==