Scroll untuk baca artikel
Kabar BMI

Tragis! TKI Asal Banyumas Meninggal di Peru, Pemulangan Jenazah Terganjal Biaya Rp 250 Juta

×

Tragis! TKI Asal Banyumas Meninggal di Peru, Pemulangan Jenazah Terganjal Biaya Rp 250 Juta

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id Berita duka datang dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terkait dengan meninggalnya seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Yetti Purwaningsih, di Peru.

Sejak 25 Februari 2025, jenazah Yetti belum dapat dipulangkan ke tanah air karena kendala biaya yang sangat besar, mencapai sekitar Rp 250 juta.

Kematian Yetti Purwaningsih di Peru

Yetti Purwaningsih, warga Banyumas yang sudah merantau selama 20 tahun di Peru, meninggal dunia pada 25 Februari 2025.

Sebelum kepergiannya, keluarga terakhir kali berkomunikasi dengan Yetti melalui video call pada 31 Januari 2025. Kabar duka tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga pada akhir Februari.

Keluarga, yang sangat berharap bisa membawa pulang jenazahnya, menghadapi kesulitan besar dalam proses pemulangan karena keterbatasan dana.

Baca Juga: TKI Asal Batang Jawa Tengah Ditemukan di Hutan Malaysia setelah 19 Tahun Hilang

Pemulangan Jenazah Terganjal Biaya Rp 250 Juta

Mursito (47), adik kandung Yetti, mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah menghubungi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan mengajukan permohonan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru. Namun, hingga kini belum ada kejelasan terkait pemulangan jenazah.

“Dokumen sudah lengkap, akta kematian juga sudah ada, namun kami masih menghadapi kendala utama dalam hal biaya. Kami memohon agar jenazah kakak saya dapat segera dipulangkan,” ujar Mursito dengan penuh harap, dikutip suarabmi.co.id dari Tribunnews.

Baca Juga: Kecelakaan Bus di Jalinsum Telan Korban, 6 Diantaranya Mati di Tempat Tergelatak Sepanjang Jalan! Tapi Maaf Ini Tentang Sapi

Dana Pemulangan Terkendala Biaya Tinggi

Meski almarhumah meninggalkan tabungan sebesar 23.000 Sol Peru (sekitar Rp100 juta), jumlah tersebut masih jauh dari cukup untuk menutupi biaya pemulangan jenazah yang diperkirakan mencapai Rp 250 juta.

Mursito berharap ada pihak yang bisa membantu dalam pemulangan jenazah kakaknya ke Indonesia.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah atau siapapun yang bisa membantu. Jika memang tidak memungkinkan untuk dipulangkan secara utuh, kami hanya ingin jenazah kakak saya bisa kembali ke tanah kelahirannya,” kata Mursito.

Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas, Wahyu Dewanto, menyatakan pihaknya siap memfasilitasi pemulangan jenazah Yetti.

Namun, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah Peru mengenai proses pemulangan jenazah ini.

Wahyu menjelaskan bahwa ada dua opsi yang sedang dipertimbangkan, yaitu pemulangan jenazah ke Indonesia atau pemakaman di Peru.

Biaya pemulangan jenazah diperkirakan sangat tinggi, sekitar Rp 250 juta. Sementara itu, jika jenazah dimakamkan di Peru, biaya dapat dipenuhi menggunakan dana pribadi yang ditinggalkan oleh almarhumah.

“APBD Kabupaten Banyumas tidak memiliki anggaran khusus untuk biaya pemulangan jenazah WNI yang meninggal di luar negeri. Namun, kami akan berupaya mencari solusi melalui sumber non-APBD, seperti CSR, BAZNAS, atau lembaga lainnya,” jelas Wahyu.

Harapan Keluarga Agar Jenazah Dapat Dimakamkan di Banyumas

Keluarga Yetti sangat berharap agar jenazah almarhumah bisa segera dipulangkan dan dimakamkan di Banyumas, kampung halaman mereka.

Hingga kini, mereka terus berdoa dan menanti keputusan dari berbagai pihak yang dapat membantu mewujudkan harapan tersebut.(*)

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==