Suarabmi.co.id – Sebuah varian Covid-19 baru telah terdeteksi di Malaysia, kata Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad.
Ia mengatakan varian XFG menyumbang 8,2% dari 43.087 kasus Covid-19 yang dilaporkan pada minggu epidemiologi ke-35 (ME 35/2025).
Varian baru ini terdeteksi oleh Kementerian Kesehatan melalui pemantauan genomik untuk melacak penyebaran varian-varian tersebut.
“Data pemantauan genomik terbaru menunjukkan bahwa 34% dari kasus yang dilaporkan adalah varian NB.1.8.1, diikuti oleh JN.1 (18,1%), XEC (13,3%), XFG (8,2%), dan lainnya (21,0%),” tulisnya di akun X-nya pada Jumat (19/9).
Baca Juga: Imigrasi Johor Malaysia Menahan 55 Imigran Ilegal di Enam Restoran di JB
Ia menambahkan bahwa jumlah kasus Covid-19 yang tercatat pada ME 35/2025 mengalami penurunan 49,5% dibandingkan dengan jumlah kasus yang dilaporkan pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 85.297 kasus.
Dzulkefly juga mengatakan satu kematian dilaporkan pada ME 35/2025, yaitu seorang pasien berusia 91 tahun yang terbaring di tempat tidur, sehingga total kematian tahun ini menjadi tiga, dikutip suarabmi.co.id dari The Star.
Baca Juga: 5 Petugas Imigrasi Malaysia Ditangkap, Terima Suap Emas, Mobil dan Jam Mewah Senilai Miliaran
Pada bulan Juni tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan varian XFG sebagai “varian yang sedang dipantau” karena tingkat penularannya yang tinggi dan kemampuannya yang meningkat untuk menghindari kekebalan.
Dzulkefly mengingatkan masyarakat untuk tetap menjalankan langkah-langkah pencegahan seperti mencuci tangan secara rutin, mengenakan masker saat menunjukkan gejala atau berada di tempat ramai, dan melakukan vaksinasi, terutama bagi kelompok yang berisiko tinggi. (*)
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







