Suarabmi.co.id – Seorang wanita berusia 73 tahun yang terlibat dalam pertengkaran yang menjadi viral di media sosial memperebutkan kursi prioritas di MRT Taipei awal minggu ini ditangkap pada Rabu pagi (1/10).
Namun Penangkapan perempuan yang diketahui benama Tseng tersebut bukan karena keributan di MRT namun berdasarkan surat perintah pencurian, kata pihak berwenang.
Pada Selasa (30/9) pagi, beberapa foto diunggah di media sosial yang memperlihatkan Tseng diamankan di luar sebuah toko swalayan, tampaknya setelah ia menyebabkan keributan. Dikutip suarabmi.co.id dari Taipei News.
Kantor Polisi Datong di Taipei mengatakan mereka telah menangkap seorang wanita berusia 73 tahun, bermarga Tseng, di sebuah toko serba ada di Jalan Yanping Utara berdasarkan surat perintah pencurian yang dikeluarkan oleh Kantor Kejaksaan Distrik Shilin.
Baca Juga: Majikan di Taiwan Bisa Kena Denda hingga Ratusan Juta Gara-gara Suruh Perawat Migran Belanja
Beberapa laporan media mengatakan bahwa Tseng sebelumnya pernah ditangkap dan menjalani hukuman karena mengutil pada tahun 2023.
Pada bulan Juni, dia dijatuhi hukuman 55 hari penjara karena pencurian, tetapi tidak melapor ke penjara, sehingga mendorong pihak berwenang mengeluarkan surat perintah penangkapannya, kata laporan tersebut.
Polisi Taipei mengatakan bahwa Tseng akan ditahan untuk diinterogasi sebelum diserahkan kepada jaksa Distrik Shilin.
Sebelumya, Tseng mendadak viral setelah videonya di MRT beredar luas. Dalam video yang direkam ia nampak mendekati seorang anak muda yang duduk di kursi prioritas dan menuntut agar mereka berdiri.
Ketika remaja putri itu menolak, Tseng mengayunkan tas jinjingnya dan memukul mereka beberapa kali. Penumpang itu kemudian meminta seseorang untuk memegang tasnya, berdiri, dan menendang Tseng, membuatnya terlempar melintasi gerbong kereta dan duduk di kursi di sisi lain, seperti yang terlihat dalam video.
Setelah video mulai menyebar di media sosial kemarin, MRT Taipei mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi bahwa pertengkaran telah terjadi pada Senin sore (29/9) sekitar pukul 4 di kereta Jalur Merah di Stasiun Xinyi Anhe.
Setelah seorang penumpang melaporkan kejadian tersebut melalui interkom, seorang manajer stasiun MRT Taipei menaiki kereta dan menangani situasi tersebut, kata Taipei Rapid Transit Corp, seraya menambahkan bahwa operasional Jalur Merah tidak terpengaruh.
Tidak ada pihak yang terlibat yang mengajukan tuntutan, kata pernyataan itu. Namun Divisi Angkutan Cepat Departemen Kepolisian Taipei mengatakan pihaknya berencana memanggil Tseng dan pemuda tersebut untuk diinterogasi atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Pemeliharaan Ketertiban Sosial. (*)
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







