Suarabmi.co.id – Seorang pekerja migran perempuan asal Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, terhindar dari tindakan yang dapat membahayakan keselamatannya setelah warga dan pengguna jalan bergerak cepat menolongnya di sebuah jembatan di Kecamatan Sumberpucung, Rabu 10 Desember 2025. Peristiwa itu sempat direkam warga dan menyebar luas di media sosial.
Perempuan berinisial N, berusia 38 tahun, tiba di lokasi dalam kondisi emosional dan menangis. Beberapa saksi melihatnya berdiri di tepi jembatan sebelum akhirnya mencoba mendekat ke area berbahaya. Warga yang melintas langsung menghampiri dan berusaha menenangkannya. Meski sempat sulit diajak bicara, sejumlah orang tetap berupaya menjaga agar ia tidak semakin panik.
Kapolsek Sumberpucung Iptu Choirul Mustofa membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Peristiwa percobaan bvnvh d1r1 tersebut terjadi kemarin (Rabu, 10/12/2025) sore sekira pukul 15.00 WIB,” ujarnya, dikutip suarabmi.co.id dari Jatim Times.
Ia menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan N dipicu kesalahpahaman dengan suaminya, A, yang juga tinggal di Kalipare.
Menurut keterangan polisi, seorang pengendara yang melihat situasi itu segera menghubungi petugas patroli. Tidak lama kemudian, anggota Polsek Sumberpucung datang ke lokasi dan membawa N ke kantor polisi untuk memastikan keselamatannya. Mereka kemudian mencari keluarga N dan berhasil menghubungi suami serta ibunya.
Setelah keluarga tiba di Polsek Sumberpucung, keduanya dipertemukan dalam proses mediasi. Choirul menyampaikan bahwa pasangan tersebut akhirnya memilih berdamai. Ia mengatakan bahwa keduanya menerima kekeliruan masing-masing dan membuat surat pernyataan sebagai bentuk kesepakatan.
“Suami istri tersebut sudah sepakat (berdamai) dan menerima kesalahan masing-masing dengan bukti surat pernyataan,” ungkap Choirul.
Insiden ini berawal ketika N baru pulang dari Hongkong pada Selasa (9/12/2025). Setibanya di rumah suaminya, terjadi miskomunikasi yang membuat kondisi emosional N terganggu hingga memicu kejadian pada hari berikutnya.
Upaya cepat warga dan aparat kepolisian membuat situasi dapat diselesaikan tanpa adanya hal fatal. Setelah proses mediasi, N kembali pulang bersama suami dan ibunya.
Catatan redaksi:
Berita ini dibuat untuk memberikan apresiasi atas respons cepat warga dan aparat yang berhasil mencegah tindakan membahayakan diri. Jika Anda atau orang terdekat merasakan tekanan mental, segera berkonsultasi dengan psikolog, psikiater, layanan kesehatan jiwa, atau fasilitas kesehatan terdekat.***







