Suarabmi.co.id – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan bernama Yuli mengalami kecelakaan serius saat bekerja sebagai asisten rumah tangga di wilayah To-Nan.
Informasi ini pertama kali disampaikan melalui akun Facebook Toko Indo Allena, yang turut meninjau langsung kondisi Yuli di rumah sakit.
Dalam unggahan awal yang dibagikan oleh Toko Indo Allena, disebutkan bahwa Yuli jatuh terpeleset dari tangga setelah menjemur pakaian. Ia terduduk selama sekitar 1 hingga 2 jam sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Tonan, dan kemudian dipindahkan ke China Medical University Peikang Campus karena kondisi yang memburuk.
Akibat benturan yang cukup keras, Yuli mengalami beberapa komplikasi medis, antara lain infeksi kandung kemih dan ginjal, serta patah pada tiga bagian tulang leher.
Selain itu, terjadi gangguan saraf yang menyebabkan kaki sulit digerakkan secara normal. Dalam proses pemeriksaan, pihak rumah sakit juga menemukan adanya tumor di bagian punggungnya.
Toko Indo Allena menyampaikan bahwa kondisi Yuli saat ini sangat memprihatinkan dan tidak memiliki sumber penghasilan tetap.
Ia dikabarkan harus membiayai sendiri kebutuhan selama perawatan di rumah sakit, termasuk membayar perawat pribadi senilai 4.000 NTD per minggu. Dalam postingan Facebook pada 29 Juni 2025 tersebut juga disebutkan bahwa kontrak kerja Yuli diputus setelah insiden tersebut.
Namun, dalam unggahan susulan yang juga diposting oleh Toko Indo Allena pada hari ini 30 Juni 2025, pihaknya memberikan klarifikasi penting terkait pemutusan kontrak tersebut.
Berdasarkan informasi dari salah satu rekan Yuli, dijelaskan bahwa pihak majikan selama dua bulan telah menanggung semua biaya pengobatan. Karena kondisi Yuli tidak memungkinkan lagi untuk bekerja, maka secara otomatis kontraknya dihentikan, dan keputusan tersebut diambil secara sadar oleh Yuli.
Toko Indo Allena juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman informasi sebelumnya, sekaligus menyerukan solidaritas bagi siapapun yang berada di area Peikang untuk memberikan bantuan moral maupun materiil kepada Yuli.
Diketahui bahwa selama lima tahun bekerja di Taiwan, gaji Yuli lebih banyak digunakan untuk menghidupi ibu dan anaknya di kampung halaman.
Yuli saat ini masih dirawat di ruang inap lantai 2 China Medical University Peikang Campus, dan sangat membutuhkan uluran tangan dari sesama WNI di Taiwan.***
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung diĀ Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







