Suarabmi.co.id – Duka mendalam menyelimuti keluarga Azwar (32), seorang pekerja migran asal Bunut, Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, yang meninggal dunia secara tragis di Kamboja.
Setelah melalui proses panjang selama dua bulan, jenazah Azwar akhirnya dipulangkan ke tanah air dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, pada Jumat 8 Agustus 2025 pagi.
Azwar sebelumnya diberangkatkan ke luar negeri oleh seorang agen asal Medan pada April 2025. Ia dijanjikan pekerjaan sebagai penyanyi di Malaysia dengan imbalan 800 dolar AS per bulan, namun kenyataannya ia justru dijual ke Kamboja dan dipaksa bekerja di sebuah perusahaan penipuan (scamer).
Selama dua bulan disekap dan dipaksa bekerja, Azwar dikabarkan mengalami berbagai bentuk kekerasan, termasuk penyetruman dan pemukulan. Ia bahkan sempat meminta bantuan melalui video call kepada keluarga dan temannya, mengaku sakit dan membutuhkan dana sebesar Rp 40 juta untuk membayar “denda” agar bisa dibebaskan.
Dalam salah satu rekaman video call yang dibagikan keluarga, Azwar berkata, “Ziz, aku ga bisa kerja. Kalau dendaku dibayarkan sekalian beli tiketku pulang. Kalau enggak, aku dijual lagi terus aku nanti dibuang ke laut karena sakit ga bisa kerja.”
Pihak keluarga mengungkapkan, awalnya sempat disarankan agar jenazah dikebumikan di Kamboja karena biaya pemulangan yang tinggi, diperkirakan mencapai Rp 160 juta. Namun mereka tetap berharap agar Azwar bisa dipulangkan ke kampung halaman.
Harapan itu akhirnya terkabul setelah perusahaan tempat Azwar bekerja memberikan bantuan dana sebesar 5.000 dolar, dan sisanya ditanggung dengan bantuan KBRI serta beberapa pihak lainnya.
“Alhamdulillah besok, Jumat 8 Agustus 2025 Azwar bisa pulang dan rencananya akan dikebumikan di sini (Asahan),” ujar tante korban, Nurhayati pada Kamis 7 Agustus 2025, dikutip suarabmi.co.id dari Serambinews.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah membantu, termasuk Kementerian Luar Negeri, BP3MI, Bupati Asahan, hingga konten kreator Miss Yuni yang turut menjembatani komunikasi dengan pihak di Kamboja. “KBRI yang sudah mau bersibuk mengurusi anak kami, Miss Yuni yang sudah membantu kami… Semoga Tuhan membalas kebaikan,” tambahnya.
Azwar dikabarkan meninggal dunia setelah melompat dari lantai tiga gedung tempat ia disekap. Diduga kuat, ia tidak tahan dengan kondisi kerja yang menindas dan penyiksaan yang terus-menerus dialaminya.
Kisah tragis Azwar menjadi pengingat keras akan bahaya perdagangan orang dan janji-janji palsu dari agen tenaga kerja ilegal. Pemerintah pun diharapkan semakin memperketat pengawasan dan edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terus terulang.***
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







