Scroll untuk baca artikel
Berita

Diduga Menyalahgunakan Uang Belanja Pasien, Seorang Perawat Asal Indonesia Diperingatkan di Media Sosial

×

Diduga Menyalahgunakan Uang Belanja Pasien, Seorang Perawat Asal Indonesia Diperingatkan di Media Sosial

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Sebuah unggahan di grup Facebook local Taiwan yang diunggah pada Selasa (30/6) memperingatkan masyarakat agar berhati-hati saat memberikan uang kepada perawat untuk membelikan kebutuhan pasien.

Dalam unggahan tersebut, seorang perawat asal Indonesia bernama Aly yang disebut bekerja di sekitar Rumah Sakit Chang Gung, Linkou, dituduh telah menyalahgunakan uang yang dipercayakan kepadanya.

Menurut pengunggah, keluarga mempekerjakan perawat tersebut dengan upah sebesar NT$2.800 per hari atau lebih dari NT$80.000 per bulan untuk merawat seorang lansia yang terbaring sakit di tempat tidur.

Pengunggah mengklaim bahwa pada suatu kesempatan, perawat tersebut meminta uang sebesar NT$4.000 dengan alasan akan membeli popok, tisu, dan sarung tangan bagi pasien. Pada minggu berikutnya, ia kembali meminta uang dengan jumlah yang sama untuk keperluan serupa.

Namun, setelah keluarga memeriksa rincian transaksi pembelian, mereka mengaku menemukan bahwa sebagian besar uang tersebut justru digunakan untuk membeli kebutuhan pribadi perawat, seperti perlengkapan sehari-hari, kosmetik, dan isi ulang poin. Keluarga mengeklaim bahwa dana yang benar-benar digunakan untuk kebutuhan pasien hanya sekitar NT$1.000, bahkan popok yang disebut sangat dibutuhkan pasien tidak dibeli.

Pengunggah juga menyatakan bahwa perawat tersebut menyerahkan struk belanja kepada keluarga setelah berbelanja. Setelah diperiksa, struk itu disebut menunjukkan pembelian barang-barang seperti sampo, makanan, baterai, rol pengeriting rambut, dan lip tint, yang menurut keluarga tidak berkaitan dengan kebutuhan pasien.

Hingga saat unggahan tersebut beredar, belum ada tanggapan maupun klarifikasi dari pihak perawat yang bersangkutan. Oleh karena itu, tuduhan yang disampaikan dalam unggahan tersebut masih merupakan klaim sepihak dari pengunggah dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

==