Suarabmi.co.id – Yuli Sukowati, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Blitar, yang telah bekerja di Taiwan lebih dari lima tahun, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan setelah mengalami kecelakaan kerja parah. Yuli jatuh dari tangga, yang menyebabkan patah tulang leher dan cedera saraf, memerlukan pengobatan intensif. Namun, meskipun kondisi kesehatannya belum stabil, Yuli dipaksa untuk dipulangkan ke Indonesia.
Pada 4 Juli 2025, Toko Indo Allena, yang sejak awal membantu Yuli, mengungkapkan melalui Facebook bahwa Yuli dijadwalkan dipulangkan pada 5 Juli 2025. Meskipun masih dalam perawatan, agen yang menangani Yuli menekan dirinya untuk menandatangani surat persetujuan pulang dan membatalkan pendampingan yang dilakukan oleh Toko Indo Allena. Toko Indo Allena, yang berusaha agar penerbangan dibatalkan, sangat kecewa karena agen tetap mempersiapkan penerbangan Yuli tanpa memperhatikan kondisi medisnya.
Proses Kepulangan Yuli: Tanpa Pendampingan di Bandara
Pada 5 Juli 2025, Toko Indo Allena mengupdate kondisi Yuli melalui Facebook 羅莉娜, mengungkapkan detail perjalanan pulang yang penuh tantangan. Dalam postingan tersebut, mereka menjelaskan bagaimana Yuli dijemput agen pada pukul 1 pagi, meskipun dalam kondisi lemah.
Yuli harus duduk di trotoar Bandara Taoyuan menunggu bantuan untuk dipindahkan ke kursi roda, karena tidak ada pendamping yang menemani. Keadaan semakin buruk ketika Yuli harus melewati pemeriksaan medis di Bandara Soetta dan Garuda tanpa pendamping, bahkan harus menanggung biaya sendiri untuk pemeriksaan dokter dan transportasi.
Setelah tiba di Jakarta, Toko Indo Allena juga mengungkapkan betapa Yuli ditinggalkan begitu saja, tanpa bantuan dari staf PJTKI yang seharusnya mendampingi. “Kami semua kecolongan,” tulis Toko Indo Allena, “Meski sempat berjanji untuk membantu, agen tetap mempersiapkan penerbangan Yuli, dan Yuli harus berjuang sendirian.”
Peringatan untuk TKI Lain: Jangan Mau Dipulangkan Paksa Tanpa Perawatan
Toko Indo Allena menegaskan bahwa tidak ada TKI yang seharusnya dipulangkan paksa sebelum mendapatkan pengobatan yang layak. Mereka mengingatkan agar para pekerja migran Indonesia memperjuangkan hak mereka untuk mendapatkan perawatan medis yang memadai, terutama saat menghadapi kecelakaan atau sakit. “Jangan sampai ada lagi Yuli yang lain,” tegas mereka.***
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







