Scroll untuk baca artikel
Internasional

Pemilik Toko Indonesia di Taiwan Diteror Tetangga Bersenjata, Minta Perlindungan demi Keselamatan Anak

×

Pemilik Toko Indonesia di Taiwan Diteror Tetangga Bersenjata, Minta Perlindungan demi Keselamatan Anak

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Seorang perempuan warga negara Indonesia yang mengelola toko kelontong di kawasan Stasiun MRT Tamsui, New Taipei, dilaporkan mengalami serangkaian aksi intimidasi dari seorang tetangganya. Pelaku bahkan membawa senjata tajam dan merusak dinding toko menggunakan palu.

Perempuan bermarga Lin tersebut telah menjalankan usaha toko Indonesia miliknya selama delapan tahun. Namun sejak Mei 2025, ia bersama keluarganya hidup dalam ketakutan setelah pria tetangga mereka berkali-kali melakukan ancaman yang mengganggu keselamatan mereka.

Menurut Lin, aksi teror berlangsung setidaknya lima hingga enam kali selama dua bulan terakhir. Ia menduga tindakan itu bermula dari kesalahpahaman, setelah pelaku merasa ia lah yang melaporkan pelanggaran parkir kendaraan pelaku kepada otoritas setempat.

Konflik makin memanas ketika pelaku tiba-tiba menuduh bahwa pacarnya disembunyikan di dalam toko milik Lin, meskipun Lin sama sekali tidak mengenal perempuan yang dimaksud.

Salah satu insiden paling mencekam terjadi pada 28 Juni 2025. Lin menyebut, pria tersebut mengikat pisau dapur ke tangannya menggunakan tali, lalu perlahan mendekatinya saat ia bersama anak-anak dan suaminya akan masuk mobil.

“Saya langsung suruh anak dan suami masuk mobil dan mundur, tapi dia tetap mengikuti sambil bawa pisau,” ujarnya, dikutip suarabmi.co.id dari TVBS.

Tak berhenti di situ, pada 11 Juli, pelaku kembali muncul di depan toko dengan membawa palu tepat sebelum jam buka. Ia berulang kali mondar-mandir seperti hendak menghadang Lin.

Pada siang harinya, ia nekat memukul dan merusak tembok toko hingga berlubang. Anak-anak Lin yang saat itu berada di dalam toko ketakutan dan langsung lari keluar bersamanya.

“Anak-anak sampai mimpi buruk. Kami sekeluarga benar-benar hidup dalam ketakutan,” keluh Lin.

Setelah dua kali melapor ke polisi, aparat akhirnya bertindak dan mendatangi rumah pelaku. Pria tersebut kini tengah diproses hukum atas dugaan tindak pengancaman dan pelanggaran hukum ketertiban umum.

Meski pelaku sudah ditindak, Lin mengaku masih khawatir karena ia tak tahu apakah ancaman akan muncul lagi. Ia berharap ada perlindungan dan penyelesaian yang jelas demi keamanan dirinya dan dua anaknya yang masih berusia 13 dan 8 tahun.

“Setiap kali berangkat kerja, saya selalu takut dia tiba-tiba datang lagi,” tuturnya.***

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung diĀ Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==