Suarabmi.co.id – Pemerintah Hong Kong diminta untuk menghentikan impor tenaga kerja di sektor tertentu apabila tingkat pengangguran mencapai batas yang sudah ditentukan.
Desakan ini datang dari anggota legislatif dan serikat pekerja konstruksi setelah pengumuman aturan baru terkait impor tenaga kerja oleh Kepala Eksekutif John Lee.
Dalam pidatonya, Lee menyatakan bahwa mulai hari Kamis, pemberi kerja yang ingin mendatangkan pelayan atau juru masak junior harus memastikan mereka sudah mempekerjakan dua pekerja lokal penuh waktu untuk posisi yang sama, dan memperpanjang waktu perekrutan lokal menjadi enam minggu.
Baca Juga: Seorang Siswi Kelas 5 Tertabrak Minibus di Jalan Sai Sha di Ma On Shan Hongkong
Edward Leung Hei, anggota parlemen, mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan mekanisme “pemutus arus” untuk menghentikan impor tenaga kerja jika tingkat pengangguran di sektor tertentu tinggi.
Ia juga menyoroti sektor konstruksi dan katering yang memiliki tingkat pengangguran yang tinggi, dikutip suarabmi.co.id dari SCMP.
Saran serupa juga disampaikan oleh Chau Siu-chung dan Lam Chun-sing, yang meminta pemerintah untuk memperluas pembatasan impor tenaga kerja ke sektor lainnya.
Baca Juga: Balita 2 Hari Menangis di Samping Jasad Ayahnya, Ibunya Baru Seminggu ke Hongkong
John Lee menanggapi bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja akibat penurunan angkatan kerja.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa tenaga kerja lokal tetap menjadi prioritas, dan pemerintah akan terus memantau situasi untuk menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan. (*)
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







