Suarabmi.co.id – Otoritas pengawas obat dan makanan Taiwan (TFDA) menahan pengiriman produk keripik asal Indonesia di perbatasan setelah ditemukan mengandung bahan pengawet buatan yang tidak diizinkan.
Dalam pernyataan resminya pada Selasa, 21 Oktober 2025, TFDA menyebutkan bahwa produk berlabel “Basreng Cracker” dari merek Isya Food mengandung asam benzoat sebesar 0,93 gram per kilogram. Zat tersebut merupakan bahan pengawet sintetis yang tidak diperbolehkan untuk jenis makanan seperti keripik berbahan daging.
Berdasarkan Standar Spesifikasi, Cakupan, Penerapan, dan Batasan Bahan Tambahan Pangan Taiwan, penggunaan asam benzoat pada kategori makanan tersebut melanggar Undang-Undang Keamanan dan Sanitasi Pangan negara itu.
Menurut laporan CNA yang dikutip suaracmi.co.id, sebanyak 1.008 kilogram produk dikirim ke Taiwan oleh Taiwan Sheba Enterprise Co. dan kemudian dikembalikan atau dimusnahkan setelah melewati pemeriksaan perbatasan.
Selain keripik asal Indonesia, TFDA juga mencatat ada 17 produk impor lain yang tidak lolos pemeriksaan pekan ini. Di antaranya termasuk keju dari Prancis dan Swiss yang diketahui mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) melebihi batas yang diizinkan.***
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







