Suarabmi.co.id – Pekerja migran akan segera diizinkan bekerja di sektor perhotelan Taiwan jika mereka mendapatkan upah bulanan minimum NT$32.000 (US$1.041,58), kata seorang pejabat, pada Kamis (30/10)
Chen Yu-hsiu (陳玉秀), direktur jenderal Administrasi Pariwisata, memberi tahu para anggota parlemen bahwa industri perhotelan dapat mulai mempekerjakan pekerja migran berketerampilan menengah pada kuartal pertama tahun depan untuk melakukan tugas-tugas tata graha, kebersihan, meja depan, dan layanan makanan.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari paket yang disetujui Kabinet pada Kamis pagi yang ditujukan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja sekaligus melindungi kesempatan kerja bagi pekerja lokal, menurut pejabat Kabinet pada hari Rabu.
Untuk mempekerjakan pekerja migran sebagai staf perantara, operator perhotelan harus terlebih dahulu menaikkan gaji bulanan karyawan lokal sebesar NT$2.000, kata Cheng Yi-ping (鄭憶萍), wakil kepala divisi di Administrasi Pariwisata, kepada wartawan.
Baca Juga: Kasus K*ker@san Sksval Warga Asing di Taiwan Meningkat, WNI Menempati Posisi Teratas
Dikutip suarabmi.co.id dari Fokus Taiwan, Pekerja migran yang bekerja di sektor perhotelan harus dibayar setidaknya NT$32.000 per bulan, dibandingkan dengan upah minimum NT$29.500 yang akan berlaku pada awal tahun depan, katanya.
Jumlah pekerja migran yang dipekerjakan di suatu perusahaan akan dibatasi hingga 10 persen dari tenaga kerja pemberi kerja, tambahnya.
Mereka akan diharuskan memiliki kemampuan bahasa Mandarin dasar, katanya, seraya mencatat ambang batas gaji dan persyaratan kualifikasi akan ditentukan oleh Kementerian Tenaga Kerja.
Cheng mengatakan program ini diharapkan terutama merekrut pekerja dari Filipina, dengan tujuan membantu mengisi kekurangan tenaga kerja di industri tersebut yang berjumlah 6.600 orang.
Baca Juga: Satu Ton Keripik Basreng Asal Indonesia Ditolak Taiwan, Ternyata Ini Penyebabnya
Bisnis yang memenuhi syarat untuk program ini termasuk hotel wisata yang memiliki izin dari Administrasi Pariwisata dan hotel yang terdaftar di pemerintah daerah, tetapi tidak termasuk rumah singgah dengan jumlah kamar kurang dari delapan atau 15, tergantung pada lokasinya, menurut badan tersebut.
Menurut Administrasi Pariwisata, survei tahun 2023 menunjukkan bahwa industri perhotelan menghadapi kekurangan tenaga kerja sebanyak 6.600 staf tata graha dan kebersihan.
Dari April 2023 hingga September 2024, badan tersebut menawarkan subsidi NT$5.000 untuk setiap pekerja yang memenuhi syarat, mendukung kemampuan industri untuk mengakomodasi tamu internasional.
Sementara itu, lembaga tersebut juga mengusulkan pelonggaran peraturan untuk mengizinkan mahasiswa asing bekerja di industri perhotelan setelah lulus atau melonggarkan peraturan mengenai magang mereka. (*)
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







