Suarabmi.co.id – Seorang majikan di Hong Kong menuai kritik luas di dunia maya setelah diduga memarahi pekerja rumah tangganya karena menyalakan pendingin ruangan lebih awal dari aturan rumah yang telah ditetapkan, di tengah gelombang panas musim panas yang ekstrem.
Insiden ini muncul dalam sebuah unggahan media sosial yang viral, saat suhu kota mencapai 33,7 derajat menurut Hong Kong Observatory.
Majikan tersebut disebut menetapkan aturan bahwa AC hanya boleh digunakan antara pukul 22.00 hingga 06.00. Namun, ia kemudian mengetahui bahwa pekerja rumah tangganya kembali ke kamar sekitar pukul 21.00 setelah menyelesaikan pekerjaan rumah dan menyalakan AC di kamar tersebut.
Dalam unggahan itu, majikan dikabarkan menegur pekerja tersebut dan menyarankan agar tetap berada di ruang tamu yang sudah ber-AC daripada menggunakan kamar lebih awal dari waktu yang diizinkan. Ia juga menekankan penggunaan listrik sebagai alasan, serta mengaitkan kepatuhan pada aturan rumah dengan “rasa hormat”.
Unggahan tersebut dengan cepat menjadi viral dan memperoleh lebih dari seribu komentar dalam beberapa jam. Mayoritas komentar mengecam sikap majikan yang dianggap terlalu ketat dan kurang berempati mengingat suhu panas mencapai 33,7 derajat, dengan banyak yang berpendapat bahwa AC merupakan kebutuhan dasar dalam kondisi tersebut.
Sebagian pengguna juga menghitung bahwa tambahan biaya listrik untuk penggunaan AC selama satu jam di rumah tangga Hong Kong pada umumnya relatif kecil, sehingga reaksi majikan dianggap tidak proporsional.
Secara terpisah, warganet juga menyoroti kembali komentar lama yang diduga pernah dibuat oleh majikan yang sama dalam diskusi lain terkait pekerja rumah tangga, yang semakin memperkuat kritik dan dugaan adanya pola perlakuan keras.
Hingga kini, majikan tersebut belum memberikan tanggapan publik atas kontroversi yang berkembang, sementara unggahan asli masih tetap tersedia secara online.(*)







