Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Diduga Berasal dari Gangguan Listrik, Kebakaran Apartemen di Jurong West Kirim Empat Penghuni ke Rumah Sakit

×

Diduga Berasal dari Gangguan Listrik, Kebakaran Apartemen di Jurong West Kirim Empat Penghuni ke Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id — Dua orang berhasil diselamatkan dari sebuah unit apartemen HDB di lantai 13 setelah kebakaran terjadi di Blok 842 Jurong West Street 81 pada dini hari 17 Juni 2026.

Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) menyatakan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.35 waktu setempat. Saat petugas tiba di lokasi, ruang tamu unit tersebut sudah dilalap api dan dipenuhi asap tebal.

Petugas pemadam kemudian memasuki unit untuk memadamkan api menggunakan semburan air. Kebakaran berhasil dikendalikan sebelum merambat ke unit lain.

Empat anggota keluarga yang tinggal di unit tersebut, termasuk dua orang yang diselamatkan dari dalam rumah, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Singapura untuk mendapatkan perawatan. Sebagai langkah pencegahan, sekitar 40 penghuni lain di gedung tersebut juga dievakuasi sementara.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga berasal dari sumber listrik di ruang tamu apartemen.

Media lokal melaporkan kondisi unit mengalami kerusakan cukup parah. Dinding dan langit-langit menghitam akibat asap, sementara beberapa jendela pecah karena dampak kebakaran.

Seorang pelajar berusia 18 tahun yang tinggal tepat di lantai atas mengaku menjadi orang pertama yang menyadari kejadian tersebut. Saat masih terjaga bermain gim, ia mencium bau asap dan melihat kepulan asap keluar dari jendela unit di bawahnya.

Ia kemudian turun untuk memeriksa kondisi dan mendapati pintu unit terasa sangat panas. Pemuda tersebut segera mengetuk pintu dan memperingatkan para penghuni agar segera keluar sebelum kembali ke rumah untuk mengevakuasi keluarganya sendiri. Ibunya kemudian menghubungi polisi dan SCDF.

Menurut kesaksiannya, seorang perempuan muda dari unit yang terbakar sempat datang meminjam handuk untuk merawat luka ayahnya. Ia melihat rambut perempuan tersebut hangus terbakar dan wajahnya dipenuhi jelaga. Ia juga melihat seorang pria yang mengalami luka bakar pada bagian punggung dan lengan.

SCDF mengingatkan masyarakat untuk tidak membebani stopkontak listrik secara berlebihan, mematikan peralatan elektronik saat tidak digunakan, serta hanya menggunakan perangkat listrik yang memiliki sertifikasi keselamatan resmi.

Warga juga diimbau tidak meninggalkan baterai atau perangkat elektronik yang sedang diisi daya tanpa pengawasan, terutama pada malam hari.
Menurut statistik terbaru SCDF, jumlah kebakaran di Singapura meningkat 3 persen dari 1.990 kasus pada 2024 menjadi 2.050 kasus pada 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.051 kasus terjadi di bangunan hunian.(*)

==