Suarabmi.co.id – Sudah ada delapan pekerja migran Indonesia (PMI) yang melaporkan kepada pihak berwenang bahwa mereka menjadi korban pemerasan dengan ancaman penyebaran video porno palsu milik korban.
Kasus ini mengungkapkan modus baru yang meresahkan bagi para PMI yang bekerja di luar negeri.
Ancaman Penyebaran Video Palsu Terhadap Pekerja Migran Perempuan
Salah satu kasus yang terungkap sebelumnya, yang dikutip suarabmi.co.id dari Fokus Taiwan, melibatkan seorang pekerja migran perempuan asal Indonesia yang diancam seorang pria melalui platform TikTok.
Pria tersebut mengancam akan menyebarkan video porno palsu milik korban karena ia menolak untuk meminjamkan uang sebesar Rp300 ribu.
Baca Juga: PMI di Taiwan Diperas dengan Video Porno Palsu
Laporan Terus Bertambah
Ternyata, kasus serupa tidak hanya dialami oleh wanita bernama samaran Mawar yang bekerja di Taichung.
Delapan pekerja migran perempuan lainnya juga telah melaporkan kejadian serupa kepada GANAS, sebuah organisasi yang fokus pada perlindungan PMI.
Baca Juga: PMI Gantung Diri di Rumah Majikan Kepergok Tuan Rumah, Sayangnya Nyawa Tidak Bisa Ditolong
Pesan Penting untuk Pekerja Migran Indonesia
Fajar, aktivis dari GANAS, juga memberikan pesan penting bagi semua pekerja migran Indonesia, khususnya dalam bersosial media.
“Penting untuk mencari informasi yang positif dan membangun komunikasi yang sehat dengan keluarga,” ujarnya. Selain itu, ia mengingatkan agar PMI bergabung dalam organisasi yang aktif dan peduli terhadap hak dan kewajiban mereka.(*)
Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.







