Scroll untuk baca artikel
Internasional

Turis Ini Harus Rela Kakinya Diamputasi karena Plafon Restoran yang Runtuh di Malaysia

×

Turis Ini Harus Rela Kakinya Diamputasi karena Plafon Restoran yang Runtuh di Malaysia

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.idSeorang turis berusia 55 tahun harus menjalani amputasi pada kaki kirinya setelah plafon sebuah restoran di sebuah toko di Sabah, Malaysia, runtuh pada hari Jumat 7 Maret pukul 19:56.

Korban, seorang warga negara China, tertimpa reruntuhan dan segera dilarikan ke rumah sakit oleh warga setempat. Sementara itu, suaminya yang berusia 58 tahun mengalami cedera ringan.

Penyelamatan dan Evakuasi Korban

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 20:00 dan melakukan inspeksi. Dikutip suarabmi.co.id dari Must Share News.

Mereka juga mengevakuasi 55 penghuni dari lantai dua dan tiga gedung sebagai langkah pencegahan, dan memindahkan mereka ke pusat bantuan sementara di Balai Komunitas Kota Kinabalu.

Baca Juga: Video Penggerebekan Perselingkuhan TKW Indonesia dan Majikan Hebohkan Dunia Maya

Cedera pada Tulang Belakang

Menurut suami korban, dokter tidak dapat menyelamatkan kaki istrinya dan terpaksa mengamputasinya segera.

“Dia masih memerlukan operasi kedua karena juga mengalami cedera pada tulang belakangnya,” ujarnya kepada The Star, sambil menambahkan bahwa dokter akan berdiskusi dengan mereka mengenai rencana perawatan.

Pasangan ini sedang berlibur di Sabah untuk mengunjungi putra mereka dan membantu di restoran milik mereka, ketika insiden tersebut terjadi.

Suami korban menjelaskan bahwa putra mereka, yang mengelola restoran tersebut, sebelumnya telah berkomunikasi dengan pemilik gedung mengenai masalah yang terjadi.

Baca Juga: Ingat Lelaki Brilliant yang Pamerkan Burung di Pesawat? Ini Orangnya

Kekhawatiran atas Kebocoran Air dan Runtuhnya Beton dari Plafon

Sebelumnya, putra mereka sudah menyampaikan kekhawatirannya terkait kebocoran air dan adanya beton yang kadang jatuh dari plafon.

Bangunan Empat Lantai Dibangun pada Tahun 1970-an

Menurut laporan dari The Borneo Post, gedung empat lantai yang terlibat dalam kecelakaan ini dibangun pada tahun 1970-an dan kemungkinan menggunakan material konstruksi yang lebih rendah kualitasnya dibandingkan bangunan modern.

Setelah kejadian tersebut, Pemerintah Kota Kinabalu (DBKK) mengimbau pemilik bangunan untuk melakukan pemeliharaan rutin, terutama untuk bangunan tua dan rusak, guna memastikan keselamatan publik.

Direktur Jenderal DBKK, Lifred Wong, menyatakan bahwa pemberitahuan telah dikeluarkan kepada pemilik bangunan tahun lalu, yang mengingatkan mereka untuk melakukan pemeliharaan serta uji integritas struktural. Namun, tidak semua pemilik bangunan mematuhi peraturan tersebut.

Pihak DBKK juga mengonfirmasi bahwa gedung ini termasuk salah satu yang menerima pemberitahuan pemeliharaan pada tahun lalu.(*)

Ikuti Berita Terbaru dan Pilihan Kami
Dapatkan update berita langsung melalui aplikasi WhatsApp dengan bergabung di Suarabmi.co.id WhatsApp Channel. Pastikan kamu telah menginstal aplikasi WhatsApp untuk mendapatkan informasi terkini.

==