Scroll untuk baca artikel
Berita

Bayi 1 Bulan di Taiwan Alami Komplikasi Berat Covid-19, Masuk ICU di Tengah Lonjakan Kasus

×

Bayi 1 Bulan di Taiwan Alami Komplikasi Berat Covid-19, Masuk ICU di Tengah Lonjakan Kasus

Sebarkan artikel ini

Suarabmi.co.id – Kasus Covid-19 dengan komplikasi berat kembali mencuat di Taiwan. Dalam satu minggu terakhir (19–25 Mei), jumlah pasien yang menjalani pemeriksaan mencapai 41.402 orang, dengan 102 kasus komplikasi berat dan 19 kematian, menandai rekor tertinggi tahun ini.

Salah satu kasus paling mengkhawatirkan adalah seorang bayi laki-laki berusia satu bulan yang dibawa ke rumah sakit setelah mengalami demam dan sesak napas, berdasarkan laporan TVBS yang dikutip suarabmi.co.id.

Pemeriksaan medis mengungkapkan kadar oksigen darah bayi tersebut rendah sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU.

Dokter dari Badan Pengendalian Penyakit Taiwan (CDC), Li Zonghan, menjelaskan, “Bayi ini mulai menunjukkan gejala demam dan batuk pada akhir Mei, kemudian dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya. Setelah pemeriksaan, ditemukan adanya sesak napas dan dugaan peradangan. Tes laboratorium menunjukkan bayi ini positif Covid-19, dan merupakan kasus komplikasi Covid termuda di Taiwan tahun ini.”

Setelah dirawat, kondisi sesak napas bayi belum membaik. Tes darah menunjukkan kadar oksigen yang rendah dan kadar karbon dioksida yang tinggi, sehingga bayi dipindahkan ke ruang ICU.

“Meski kondisi mental bayi masih cukup baik, ia harus terus dipantau dan mendapat terapi oksigen hingga kondisinya membaik sebelum diperbolehkan pulang,” tambah Li.

Li juga menyebutkan bahwa bayi tersebut belum mendapatkan vaksin Covid-19 karena usianya yang masih terlalu muda, sementara keluarganya pun belum divaksinasi.

Salah satu anggota keluarga sempat mengalami gejala saluran pernapasan namun tidak menjalani tes, sehingga belum diketahui apakah mereka juga terinfeksi Covid-19.

CDC Taiwan mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan vaksin Covid-19 yang tersedia secara gratis.

“Kami mendorong semua warga berusia 6 bulan ke atas yang belum divaksinasi untuk segera menerima vaksin. Bagi lansia di atas 65 tahun dan kelompok risiko tinggi yang telah menerima dosis pertama lebih dari enam bulan lalu, segera lakukan dosis kedua untuk memperkuat perlindungan terhadap risiko komplikasi berat dan kematian,” pungkas Li.***

==